Kementerian Kesehatan Indonesia dan Philips akan menyediakan cakupan nasional atas sistem terapi canggih berbasis pencitraan di Indonesia, guna memperluas akses terhadap layanan perawatan penyakit jantung, stroke, dan kanker di seluruh 38 provinsi
Liga335 daftar – Tantangan dalam menjamin akses yang adil terhadap layanan kesehatan Dengan jumlah penduduk lebih dari 280 juta jiwa, Indonesia merupakan negara terpadat keempat di dunia. Sebagai negara kepulauan yang luas dengan lebih dari 17.000 pulau, Indonesia menghadapi tantangan besar dalam menjamin akses yang adil terhadap layanan kesehatan.
Negara ini juga sedang berjuang mengatasi lonjakan penyakit tidak menular (PTM) seperti penyakit jantung, stroke, dan kanker – kondisi yang diproyeksikan akan menimbulkan beban ekonomi yang sangat besar sebesar USD 4,47 triliun [1]. Namun, perawatan lanjutan untuk penyakit-penyakit ini sebagian besar masih terpusat di Pulau Jawa yang padat penduduk, sehingga sebagian besar wilayah negara ini masih kurang terlayani. Inisiatif ini akan membangun jaringan ruang terapi berteknologi pencitraan mutakhir di seluruh negeri, yang secara dramatis memperluas akses ke perawatan invasif minimal di ratusan rumah sakit di seluruh 38 provinsi.
Kementerian Kesehatan telah membuat komitmen jangka panjang untuk menyediakan cakupan nasional atas platform Azurion, yang disesuaikan dengan infrastruktur rumah sakit setempat dan kebutuhan populasi pasien. Sebuah studi Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal *Minimally Invasive Surgery* [2] menemukan bahwa teknik bedah invasif minimal secara signifikan mengurangi rasa nyeri pascaoperasi, waktu pemulihan, dan lama rawat inap di rumah sakit dibandingkan dengan operasi terbuka konvensional.