Baca Pesan Terakhir Seorang Influencer kepada Ibunya Sebelum Terjatuh dari Gunung Berapi dan Meninggal: ‘Tanpa Rasa Takut’

Baca Pesan Terakhir Seorang Influencer kepada Ibunya Sebelum Terjatuh dari Gunung Berapi dan Meninggal: ‘Tanpa Rasa Takut’

Baca Pesan Terakhir Seorang Influencer kepada Ibunya Sebelum Terjatuh dari Gunung Berapi dan Meninggal: ‘Tanpa Rasa Takut’

Taruhan bola – Keluarga influencer Juliana Marins mengungkap pesan teks terakhirnya yang memilukan sebelum ia terjatuh dari gunung berapi dan meninggal dunia. Dalam pesan teks yang ditayangkan di Fantastico dan dilaporkan oleh The Mirror, Marins (26) menulis: “Mami, aku sangat mencintaimu. Hatiku hancur saat kita berpisah.

Sebenarnya, itu satu-satunya hal yang membuatku khawatir: membuatmu, papi, atau adikku kecewa. Selain itu, aku tidak takut pada banyak hal, apalagi masalah.” Marins melanjutkan: “Aku dibesarkan oleh seorang wanita yang bisa menyelesaikan masalah apa pun dan yang tidak takut mengambil risiko serta mengejar mimpinya.

Aku juga seperti itu. Aku punya keinginan dan impian yang berbeda. Aku sangat mencintai kalian semua!

Dan aku akan selalu bersyukur atas semua dukungan, perhatian, dan kasih sayang. Itulah yang membuatku tak kenal takut.” Berita muncul pada bulan Juni bahwa Marins sedang mendaki Gunung Rinjani di Indonesia ketika ia terjatuh.

Butuh waktu berhari-hari sebelum tim penyelamat dapat menjangkaunya. Berita terkait: Influencer, 26 Tahun, Ditemukan Tewas Setelah Terjatuh Saat Mendaki Gunung Berapi Aktif di Indonesia Influencer Juliana Marin Seorang turis asal Brasil telah meninggal dunia setelah terjatuh saat mendaki gunung berapi aktif di Indonesia. The New York Times melaporkan bahwa Marins, 26 tahun, sedang mendaki Gunung Rinjani bersama sekelompok orang ketika ia terjatuh pada Sabtu, 21 Juni.

Ia berhasil dijangkau oleh tim penyelamat dari Indonesia pada Selasa, 24 Juni. “Pemerintah Brasil mengumumkan, dengan rasa […] “Pemerintah Brasil mengumumkan, dengan rasa duka yang mendalam, meninggalnya wisatawan Brasil Juliana Marins, yang terjatuh dari tebing di sekitar jalur pendakian dekat kawah Gunung Rinjani,” kata Kementerian Luar Negeri Brasil dalam sebuah pernyataan yang diterjemahkan oleh CBS News.

Pernyataan tersebut melanjutkan, “Setelah empat hari upaya pencarian yang terhambat oleh cuaca buruk, medan yang sulit, dan kondisi jarak pandang yang buruk di wilayah tersebut, tim dari Badan Nasional Pencarian dan Penyelamatan Indonesia menemukan jenazah wisatawan Brasil tersebut.” Marins ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri, kata Kepala Badan Pencarian dan Penyelamatan Nasional Indonesia, Mohammad Syafii, kepada media tersebut. Kematiannya juga dikonfirmasi oleh akun Instagram yang dibuat khusus untuk mengenai upaya pencarian dan penyelamatan Juliana Marins.

“Hari ini, tim penyelamat berhasil mencapai lokasi di mana Juliana Marins berada. Dengan penuh kesedihan, kami mengabarkan bahwa ia tidak selamat,” demikian bunyi postingan tersebut. “Kami tetap sangat berterima kasih atas semua doa, pesan kasih sayang, dan dukungan yang telah kami terima.

” Berita Terkait: Influencer Valeria Mireles Meninggal di Usia 20 Tahun Akibat Kecelakaan Mobil Fatal: Laporan Influencer Meksiko Valeria Mireles telah meninggal dunia. Ia berusia 20 tahun. “Valeria lebih dari sekadar ratu rodeo; ia adalah duta budaya koboi, inspirasi bagi banyak perempuan muda,” tulis Federasi Rodeo Meksiko dalam pernyataan pada Senin, 10 Maret, melalui Facebook.

“Senyumnya menerangi setiap arena, dan kecintaannya pada rodeo sangat menular. […] Sebelum Marins ditemukan, pihak berwenang berencana mengirim tim penyelamat melalui helikopter — sebuah langkah yang disebut Muhamad Hariyadi, kepala kantor pencarian dan penyelamatan di Kota Mataram, sebagai “sangat berisiko.

” Ketika anggota keluarga Marins mengklaim bahwa pemerintah Indonesia memalsukan sebuah video tentang dirinya upaya penyelamatan dan tidak memberinya makanan serta air, Hariyadi membantah tuduhan tersebut dan justru menyatakan bahwa upaya penyelamatan terhambat oleh kondisi medan dan kabut. Video yang dibagikan oleh tim pencarian dan penyelamatan menunjukkan bahwa mereka mengira melihat senter dan tongkat milik Marins, namun tidak yakin karena jarak pandang yang terbatas. Akun Instagram Taman Nasional Gunung Rinjani menyatakan bahwa helikopter penyelamat tidak dapat beroperasi hingga puncak gunung karena cuaca.

Kedutaan Besar Brasil di Indonesia dilaporkan telah berhubungan dengan pihak berwenang setempat mengenai Marins.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *