Indonesia mendorong restorasi hutan mangrove untuk memulihkan lingkungan
Liga335 daftar – Indonesia menggalakkan restorasi hutan mangrove untuk memulihkan lingkungan
Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (ANTARA) – Menteri Lingkungan Hidup Mohammad Jumhur Hidayat menggalakkan inisiatif “tobat ekologis” nasional melalui rehabilitasi hutan mangrove sebagai bagian dari upaya strategis untuk memulihkan ekosistem yang terdegradasi dan memperkuat ketahanan pesisir di seluruh Indonesia.”Semua pihak perlu bertobat—bukan hanya pemerintah dan korporasi, tetapi juga masyarakat,” kata Menteri Jumhur setelah acara penanaman mangrove di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, pada Selasa (7 Juli).Strategi yang diluncurkan untuk periode 2026–2028 ini menempatkan daya dukung lingkungan sebagai kerangka dasar bagi semua kebijakan pembangunan nasional di masa depan.
Kementerian Lingkungan Hidup menekankan bahwa percepatan pertumbuhan ekonomi tidak boleh lagi mengorbankan kelestarian lingkungan. Sebaliknya, pembangunan ekonomi harus seimbang dengan perlindungan lingkungan yang ketat guna memastikan kemakmuran yang inklusif dan berkelanjutan.Urgensi inisiatif ini tercermin terpengaruh oleh kondisi hutan mangrove di negara ini.
Menurut data kementerian, sekitar 30 persen—atau kira-kira 700.000 hektar—dari total 3,4 juta hektar hutan mangrove di Indonesia telah mengalami degradasi akibat konversi lahan dan tekanan industri.Oleh karena itu, pemerintah mempercepat berbagai inisiatif rehabilitasi hutan mangrove untuk memulihkan ekosistem hutan pesisir yang terdegradasi di seluruh Indonesia.
Menurut Jumhur, pemulihan hutan mangrove tidak hanya merehabilitasi ekosistem lokal, tetapi juga berkontribusi secara signifikan terhadap mitigasi perubahan iklim global. “Kapasitas penyerapan emisi karbon hutan mangrove bisa mencapai empat hingga lima kali lipat dibandingkan pohon biasa. Langkah-langkah rehabilitasi sangat penting untuk memastikan keberlanjutan hutan mangrove,” jelas menteri tersebut.
Pemulihan ekosistem pesisir berfungsi sebagai investasi jangka panjang yang krusial bagi keamanan ruang hidup masyarakat pesisir, tambahnya. Hutan mangrove berfungsi sebagai infrastruktur hijau alami dan penghalang pelindung yang andal terhadap termasuk ancaman erosi, gelombang tinggi, dan intrusi air laut. Selain itu, ekosistem mangrove yang sehat berfungsi sebagai tempat berkembang biak yang sangat penting bagi kehidupan laut, sehingga secara langsung mendukung mata pencaharian sehari-hari para nelayan tradisional dan masyarakat setempat.
Untuk memastikan keberhasilan strategi ini, kementerian mendorong semua pemangku kepentingan agar berpartisipasi secara aktif dalam memperluas kegiatan rehabilitasi mangrove di seluruh nusantara.Sebagai tolok ukur awal keselarasan korporasi, Jumhur menyoroti komitmen besar dari raksasa pertambangan Freeport Indonesia. Perusahaan tersebut telah berjanji untuk merehabilitasi sekitar 12.
000 hektar hutan mangrove di seluruh Indonesia, dengan target 10.000 hektar di Papua dan tambahan 2.000 hektar di sepanjang pantai-pantai wilayah lain.
““Pemerintah menyambut baik setiap kegiatan yang bertujuan memulihkan lingkungan,” kata Jumhur.