Saham-Saham Indonesia Tertekan Akibat Risiko Geopolitik yang Memberatkan
Taruhan bola – Indeks Komposit IDX Indonesia turun 72 poin, atau 1,2%, menjadi 5.916 pada awal perdagangan Rabu, mengakhiri rentetan kenaikan selama lima sesi berturut-turut.
Penurunan ini sejalan dengan melemahnya indeks saham berjangka AS, di mana ketegangan baru di Timur Tengah membebani sentimen pasar, setelah AS melancarkan serangan udara baru terhadap Iran sebagai respons atas serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.
Di dalam negeri, melemahnya rupiah, defisit anggaran yang besar pada semester pertama 2026, dan PHK besar-besaran di berbagai industri menyoroti meningkatnya risiko makroekonomi dan pasar tenaga kerja.
Di saat yang sama, cadangan devisa Indonesia sedikit naik pada Juni, namun tetap berada di dekat level terendah dalam dua tahun terakhir.
Semua sektor utama mengalami penurunan, dipimpin oleh sektor bahan baku, properti, barang konsumsi siklikal, dan energi.
Di antara saham-saham yang mengalami penurunan signifikan, Amman Mineral International turun 4,2%, diikuti oleh Petrindo Jaya Kreasi (-3,9%), XLSmart Telecom (-3,5%), dan Indah Kiat Pulp & Paper (-3,0%).
Para investor kini menanti data kepercayaan konsumen bulan Juni yang akan dirilis hari ini, setelah angka bulan Mei turun ke level terendah dalam delapan bulan.