Penjualan mobil di Indonesia anjlok 13,8% pada bulan Maret
Liga335 – Penjualan mobil di Indonesia pada bulan Maret turun 13,8 persen secara tahunan (YoY). Gambaran umum Data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan bahwa sebanyak 61.271 unit kendaraan baru terjual pada bulan Maret.
Penurunan penjualan ini dapat dikaitkan dengan perayaan Hari Raya Idul Fitri di Indonesia. Berbeda dengan tahun lalu, perayaan Hari Raya Idul Fitri tahun ini berlangsung pada bulan Maret, bukan April. Menurut JustAuto, total penjualan di Indonesia untuk kuartal pertama tahun 2026 mencapai 205.
539 unit, naik 2 persen dibandingkan kuartal pertama tahun lalu. Kenaikan tipis ini dapat dikaitkan dengan penjualan kendaraan listrik baterai (BEV) yang lebih kuat, yang menyumbang 18 persen dari total penjualan kendaraan di Indonesia. Selain itu, penjualan BEV di negara ini naik lebih dari 100 persen YoY menjadi 36.
700 unit, berkat masuknya pemain baru dari Tiongkok. Penjualan berdasarkan merek Merek Penjualan (Unit) Pangsa Pasar Toyota 17.984 29,4% Daihatsu 8.
916 14,6% Mitsubishi 5.190 8,5% Suzuki 4.552 7,4% Honda 4.
129 6,7% Jaecoo 3.035 5% BYD 2 ,941 4,8% Mitsubishi Fuso 2.861 4,4% Isuzu 1.
657 2,7% Hyundai 1.608 2,6% Secara bulanan, hampir semua merek mengalami penurunan penjualan. Meskipun demikian, merek-merek Tiongkok seperti BYD dan Jaecoo berhasil menembus sepuluh besar, sementara merek-merek legendaris Jepang tetap mempertahankan posisi kuat di lima besar.
Toyota tetap menjadi merek terlaris, menguasai hampir 30 persen pangsa pasar meskipun mengalami penurunan sebesar 20 persen YoY. Perusahaan saudaranya, Daihatsu, menyumbang hampir setengah dari penjualan Toyota pada bulan Maret dan mengalami penurunan yang lebih tajam, yaitu 31,7 persen YoY. Penjualan Mitsubishi turun 10 persen dengan pangsa pasar yang hanya mencapai 8,1 persen.
Suzuki menunjukkan kinerja yang lebih baik daripada pesaing-pesaingnya dari Jepang dalam hal peningkatan tahun ke tahun, dengan penjualan yang naik sedikit sebesar 2,5 persen. Di sisi lain, Honda mengalami penurunan tertajam di antara 10 besar dengan penurunan penjualan sebesar 34,5 persen tahun ke tahun. Sebagai pendatang baru di pasar, Jaecoo menjual 3.
035 unit pada bulan Maret dan berhasil mengungguli sesama produsen mobil asal Tiongkok, BYD. Kinerja Jaecoo ini membuatnya meraih pangsa pasar sebesar 5 persen o di pasar saat ini. Pesaingnya, BYD, menjual kurang dari 3.
000 unit, turun 8,2 persen YoY, dan menutup bulan Maret dengan pangsa pasar sebesar 4,8 persen. Mitsubishi Fuso menempati posisi ke-8 dengan penjualan sebanyak 2.681 unit.
Perusahaan ini mencatatkan kinerja terbaik di antara 10 besar pada bulan Maret dengan kenaikan penjualan sebesar 67,1 persen YoY. Isuzu berada di posisi ke-9 dengan penjualan sebanyak 1.657 unit dan penurunan penjualan sebesar 8 persen YoY.
Terakhir, Hyundai menjual 1.608 unit, menempati peringkat ke-10, namun penjualannya turun 33,7 persen YoY. Penjualan pada kuartal pertama umumnya rendah, tetapi berpotensi membaik seiring berjalannya tahun, terutama dengan kemungkinan adanya insentif baru bagi pembeli kendaraan listrik (EV).
Belum ada rincian yang dikonfirmasi atau diumumkan, namun pemerintah Indonesia saat ini sedang membahas kemungkinan kembalinya insentif tersebut tahun ini. Apakah Anda tertarik dengan artikel ini? Klik tombol ‘hati’ di atas untuk memberikan ‘suka’!