Kepala baru program makanan gratis Indonesia mengundurkan diri setelah 45 hari dengan alasan kesehatan, di tengah ancaman pemotongan anggaran
Taruhan bola – JAKARTA: Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Indonesia yang baru saja dilantik—yang mengelola program makanan gratis andalan Presiden Prabowo Subianto—telah mengundurkan diri setelah menjabat selama 45 hari, sementara inisiatif tersebut dilaporkan akan menghadapi pemotongan anggaran lebih lanjut.
Dalam sebuah postingan di Facebook pada Rabu (22 Juli), Nanik Sudaryati Deyang mengatakan bahwa ia mengundurkan diri karena alasan kesehatan, mengungkapkan bahwa ia menderita penyakit jantung dan akan berangkat ke luar negeri pada hari yang sama untuk mencari pendapat medis kedua.
“Dengan berat hati, saya berpamitan kepada Bapak Presiden untuk menjalani perawatan di luar negeri terkait kondisi jantung saya.
Saya berencana berangkat hari ini, Rabu,” katanya dalam postingannya.
Wakil Menteri Pertanian Indonesia Sudaryono akan secara resmi ditunjuk pada Rabu sebagai pengganti Nanik, kata juru bicara Istana Prasetyo Hadi.
Sudaryono, 41 tahun, pernah menjabat sebagai wakil sekretaris jenderal partai pada tahun 2020 sebelum ditunjuk oleh Prabowo untuk memimpin Gerindra cabang Jawa Tengah.
Sebelum bergabung dengan pemerintahan, ia pernah menduduki berbagai jabatan di sektor swasta berbagai jabatan, termasuk menjabat sebagai sekretaris perusahaan di Nusantara Energy pada tahun 2014. Ia kemudian menjadi direktur utama Garuda TV pada tahun 2018 dan telah memimpin Nusantara Telematics System sebagai direktur utama sejak tahun 2019.
Nanik mengatakan bahwa keputusannya untuk mencari perawatan medis di luar negeri didasarkan pada rekomendasi dari rekan-rekannya dan bukan karena kurangnya kepercayaan terhadap dokter-dokter Indonesia.
Ia menambahkan bahwa Prabowo telah menyetujui pengunduran dirinya dan menyatakan keprihatinan atas kondisinya, namun meminta agar ia tetap mengawasi Badan Gizi Nasional.
“Beliau meminta saya untuk terus mengawasi BGN. Kemungkinan besar presiden akan membentuk dewan pengawas, dan saya telah diminta untuk menjabat sebagai ketuanya,” ujarnya.
“Jika hanya soal memberikan saran dan memantau perkembangan, saya masih bisa melakukannya, asalkan tidak melibatkan pengelolaan uang … Saya masih trauma dengan hal itu,” tambahnya.
Nanik mengambil alih kepemimpinan badan tersebut bulan lalu menyusul operasi pemberantasan korupsi yang menjadi sorotan publik, yang mengakibatkan pemecatan mantan kepala badan tersebut, Dadan Hindayana.
d dan ditangkap atas dugaan penyalahgunaan dana dalam program tersebut, bersama dengan dua wakil lainnya.
Nanik adalah satu-satunya wakil yang dipertahankan oleh Prabowo. Ia dilantik sebagai kepala lembaga baru pada 8 Juni.
Selama masa jabatannya yang singkat, Nanik memimpin perombakan besar-besaran terhadap infrastruktur program tersebut, mengevaluasi hampir 28.000 dapur umum di seluruh negeri, menetapkan tingkatan kualitas untuk 3.000 fasilitas, serta menghentikan ekspansi di wilayah-wilayah yang sudah terlalu padat, demikian dilaporkan kantor berita negara Antara.