MSCI belum selesai dengan Indonesia: laporan terbaru menandakan kekhawatiran yang terus berlanjut terkait transparansi pasar

MSCI belum selesai dengan Indonesia: laporan terbaru menandakan kekhawatiran yang terus berlanjut terkait transparansi pasar

MSCI belum selesai dengan Indonesia: laporan terbaru menandakan kekhawatiran yang terus berlanjut terkait transparansi pasar

Liga335 daftar – Jam sibuk pagi di Jakarta. Indeks Jakarta Composite Indonesia menghadapi beberapa kendala sepanjang tahun 2022, namun hingga penutupan pasar Jumat lalu, indeks ini menjadi indeks utama Asia-Pasifik dengan kinerja terbaik sepanjang tahun ini. MSCI memperingatkan adanya masalah transparansi di pasar Indonesia, hanya beberapa bulan setelah peringatan sebelumnya sempat menyebabkan saham-saham negara ini anjlok.

Penyedia indeks tersebut menyatakan bahwa struktur kepemilikan saham yang tidak transparan serta tanda-tanda aktivitas perdagangan terkoordinasi telah mengganggu kemampuan investor internasional untuk menilai free float perusahaan secara akurat dan mengandalkan harga pasar. Indeks Komposit Jakarta menghapus kenaikan awal pada hari Jumat, dan telah turun hampir 30% sejak awal tahun. MSCI pertama kali mengemukakan kekhawatiran mengenai Indonesia dalam laporan bulan Januari yang menyebutkan bahwa negara tersebut mungkin akan diturunkan statusnya dari pasar negara berkembang.

Dalam Laporan Aksesibilitas Pasar Global tahunannya yang dirilis pada hari Kamis, MSCI menurunkan penilaian Aliran Informasi Indonesia, dengan mengutip masalah yang terus berlanjut seputar transparansi kepemilikan dan pembentukan harga. Turki juga diturunkan peringkatnya pada langkah serupa dengan alasan yang sama. Para investor telah mengemukakan kekhawatiran terkait pergerakan harga yang tajam pada beberapa saham Indonesia berkapitalisasi kecil serta struktur kepemilikan yang terkonsentrasi.

Laporan ini dirilis di tengah kondisi rupiah yang berada di level terendah sepanjang sejarah terhadap dolar AS, di tengah maraknya pertanyaan mengenai kesehatan fiskal negara dan masalah arus keluar modal. Bank Indonesia secara tak terduga menaikkan suku bunga pekan lalu. “Kekhawatiran terkait aksesibilitas muncul akibat struktur kepemilikan saham yang masih tidak transparan serta indikasi adanya perilaku perdagangan terkoordinasi yang merusak pembentukan harga yang wajar,” kata MSCI dalam laporannya.

Perusahaan jasa keuangan global tersebut menambahkan bahwa masalah-masalah tersebut “secara signifikan membatasi kemampuan investor institusional internasional untuk menilai free float yang sebenarnya dan mengandalkan harga pasar yang teramati untuk penyusunan portofolio dan replikasi indeks.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *