Indonesia mendesak AS dan Iran untuk menghormati Memorandum Islamabad
Liga335 – Indonesia mendesak AS dan Iran untuk menghormati Memorandum Islamabad
Berita terkait: Proses izin pelayaran kapal Pertamina di Selat Hormuz masih berlangsung setelah kapal pertama keluar
Jakarta (ANTARA) – Indonesia mendesak Amerika Serikat dan Iran untuk terus mematuhi Nota Kesepahaman (MoU) perdamaian yang ditandatangani di Islamabad bulan lalu dan segera menghentikan aksi permusuhan di Selat Hormuz.”MoU tersebut ditandatangani kemarin dan kami berharap kedua pihak akan terus menghormatinya,” kata Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono setelah menghadiri pertemuan Komisi Bersama Kerja Sama Bilateral (JCBC) Indonesia-Vietnam ke-6 di Jakarta pada hari Selasa.Ia menekankan bahwa memulihkan stabilitas di kawasan Teluk merupakan masalah kepentingan nasional langsung, sekaligus memperingatkan bahwa konflik yang berkepanjangan akan berdampak ekonomi langsung bagi masyarakat Indonesia.
Sugiono lebih lanjut menegaskan bahwa sikap Indonesia dalam menghadapi dinamika konflik AS-Iran tidak akan berubah dalam upayanya memperjuangkan perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut. “Sikap kami “Situasi di sana tetap tidak berubah. Kami ingin situasi di sana kembali stabil, perdamaian tercapai, dan serangan segera dihentikan,” kata Sugiono.
Meskipun telah ditandatangani Perjanjian Islamabad (MoU) pada 17 Juni, AS dan Iran kembali melancarkan serangan pada 7 Juli menyusul perselisihan terkait pelayaran niaga di Selat Hormuz.AS telah melancarkan serangkaian serangan terhadap sasaran-sasaran Iran, sementara Teheran membalas dengan menyerang aset-aset AS di beberapa lokasi di kawasan Teluk.Serangan terbaru dilakukan oleh Komando Pusat AS (CENTCOM) pada Senin (13 Juli) dengan dalih melemahkan kemampuan Iran untuk terus menyerang pelayaran internasional di Selat Hormuz.
Pada hari yang sama, Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintahannya kembali memberlakukan “blokade Iran” dan mengusulkan pengenaan biaya sebesar 20 persen atas kargo yang melintasi Selat Hormuz, sebagai imbalan atas perlindungan AS terhadap jalur perairan strategis tersebut. “Kami kembali memberlakukan blokade Iran, yang disebut demikian karena blokade ini hanya menghentikan “Kapal-kapal Iran atau pelanggan dari Iran dilarang masuk atau keluar. Semua negara lain akan memiliki akses yang adil dan terbuka ke Selat tersebut,” kata Trump melalui platform Truth Social miliknya.