Indonesia memperkuat pengawasan di Laut Natuna Utara
Taruhan bola – Indonesia memperkuat pengawasan di Laut Natuna Utara
Berita terkait: Indonesia memperkuat pertahanan Natuna terhadap kejahatan lintas batas
Berita terkait: Natuna memperkuat keamanan maritim di tengah kekhawatiran penangkapan ikan asing
Jakarta (ANTARA) – Indonesia memperkuat perlindungan sumber daya laut di Laut Natuna Utara dengan membangun 10 kapal patroli baru dan memperluas dermaga di Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Batam.Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan mengatakan perluasan armada ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memerangi penangkapan ikan ilegal, tidak dilaporkan, dan tidak diatur (IUU), khususnya di Wilayah Pengelolaan Perikanan Nasional (WPPNRI) 711, yang mencakup Laut Natuna Utara.“Perluasan armada ini harus didukung oleh infrastruktur dermaga yang memadai dan mampu menampung kapal patroli besar yang saat ini sedang dibangun,” kata Herdiawan dalam pernyataan pada hari Jumat.
Ia mencatat bahwa penambahan 10 kapal patroli Kelas I tersebut akan secara signifikan memperkuat Memperkuat armada pengawasan kementerian, yang saat ini terdiri dari 34 kapal patroli. Seiring dengan perluasan armada tersebut, kementerian sedang meningkatkan Pangkalan PSDKP Batam menjadi pusat operasional utama bagi kapal-kapal patroli dengan memperluas fasilitas dermaga di sana.Direktur Jenderal PSDKP di Kementerian Kelautan dan Perikanan, Pung Nugroho Saksono, mengatakan Batam dipilih sebagai pangkalan utama untuk operasi pengawasan di Laut Natuna Utara karena lokasinya yang strategis.
“Batam akan berfungsi sebagai pangkalan utama bagi kapal patroli kami yang beroperasi di WPPNRI 711. Perairan ini masih sangat rentan terhadap kegiatan penangkapan ikan ilegal,” kata Saksono. Ia menambahkan bahwa fasilitas dermaga yang telah ditingkatkan sangat penting untuk mendukung operasi kapal patroli yang lebih besar serta meningkatkan keamanan perbatasan maritim.
Untuk memastikan transparansi, akuntabilitas, dan kepatuhan terhadap peraturan, baik proyek pembangunan kapal patroli maupun perluasan dermaga dilaksanakan di bawah pengawasan Jaksa Agung Republik Indonesia’ Kantornya, tambahnya. Laut Natuna Utara tetap rentan terhadap intrusi kapal penangkap ikan asing. Berbatasan dengan beberapa negara tetangga, kawasan ini kaya akan sumber daya perikanan, sehingga sering menjadi sasaran kegiatan penangkapan ikan ilegal.
Sepanjang tahun 2025, Direktorat Jenderal PSDKP di Kementerian Kelautan dan Perikanan menyita 41 kapal yang terlibat dalam penangkapan ikan ilegal. Jumlah tersebut mencakup enam kapal asing—lima dari Vietnam dan satu dari Malaysia—serta 35 kapal Indonesia.