Indonesia dan Prancis memperkuat kerja sama di bidang industri pertahanan dan energi
Liga335 – + ↺ − 16 px
Indonesia telah sepakat untuk memperluas kerja sama industri pertahanan dengan Prancis, menyusul perjanjian-perjanjian baru-baru ini dengan Amerika Serikat dan Rusia, demikian diumumkan Jakarta pada Rabu setelah pertemuan tingkat tinggi di Paris.
Presiden Prabowo Subianto menjadi tamu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Elysee pada Selasa, di mana kedua pemimpin membahas penguatan kerja sama strategis, menurut pernyataan resmi pemerintah, seperti dilaporkan News.Az mengutip AFP.
Pembahasan mencakup pengadaan pertahanan dan upaya untuk meningkatkan kolaborasi industri di sektor pertahanan, dengan Prancis diidentifikasi sebagai mitra strategis utama bagi Indonesia di Eropa.
Kedua belah pihak juga sepakat untuk memperdalam kerja sama dalam inisiatif transisi energi, termasuk pengembangan sumber energi baru dan terbarukan.
Prabowo tiba di Paris setelah bertemu dengan Vladimir Putin di Kremlin pada Senin.
Selama pembicaraan tersebut, kedua belah pihak menjajaki cara-cara untuk memperkuat kemitraan strategis mereka, khususnya di bidang energi, mi sumber daya alam, dan pengembangan industri nasional, menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Pemimpin Indonesia, yang baru-baru ini mengunjungi Korea Selatan dan Jepang, membela jadwal diplomatiknya yang padat, dengan mengatakan bahwa hal itu bertujuan untuk mengamankan pasokan energi di tengah kenaikan harga minyak global yang terkait dengan konflik di Timur Tengah.
Sambil mempertahankan kebijakan luar negeri non-blok, Indonesia bergabung dengan blok BRICS tahun lalu, yang mencakup Rusia dan Tiongkok.
Prabowo juga telah menandatangani perjanjian perdagangan dengan Presiden AS Donald Trump dan berpartisipasi dalam “Dewan Perdamaian” yang diusulkannya, meskipun Jakarta telah menyatakan tidak akan membayar biaya sebesar $1 miliar yang diperlukan untuk keanggotaan permanen.
Indonesia tetap menjadi pembeli utama peralatan militer Prancis. Pada tahun 2022, Menteri Pertahanan saat itu, Prabowo, menandatangani kesepakatan senilai $8,1 miliar untuk memperoleh 42 pesawat tempur Dassault Rafale sebagai bagian dari upaya modernisasi kemampuan militer negara yang sudah menua.
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menjamu Menteri Pertahanan Indonesia Menteri Sjafrie Sjamsoeddin pada Senin mengumumkan “Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama.” Sebuah pernyataan bersama menekankan komitmen bersama kedua negara untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik.
Posisi strategis Indonesia di sepanjang Selat Malaka — salah satu jalur pengiriman minyak tersibuk di dunia — semakin memperkuat signifikansi geopolitiknya.
Sebagian besar pasokan energi yang ditujukan ke Tiongkok melewati rute ini.
Jakarta juga mengatakan pada hari Selasa bahwa pihaknya masih meninjau permintaan izin penerbangan lintas wilayah dari AS, sebuah langkah yang menurut para analis dapat menandakan keselarasan yang lebih erat dengan Washington di tengah persaingan regional yang sedang berlangsung dengan Beijing.
News.