Gubernur Bank Indonesia: IMF Memandang Ekonomi Global Tetap Tangguh
Liga335 – TEMPO.CO, Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan bahwa Dana Moneter Internasional (IMF) memandang perekonomian global tetap tangguh meskipun diwarnai ketidakpastian yang semakin meningkat akibat perang di Timur Tengah. Pandangan ini disampaikan dalam Pertemuan Musim Semi IMF-Bank Dunia yang digelar di Washington DC, Amerika Serikat, pada 16-17 April 2026.
“Negara-negara anggota IMF mendorong tindakan kolektif untuk mengatasi ketidakpastian global, sekaligus memastikan bahwa transformasi ekonomi memberikan manfaat bagi pertumbuhan global,” kata Perry dalam pernyataan resmi pada Sabtu, 18 April 2026. Di sisi lain, ia mencatat bahwa IMF menyoroti perubahan besar dalam teknologi, demografi, dan lingkungan, yang menciptakan tantangan sekaligus peluang baru. Salah satu perubahan tersebut adalah kecerdasan buatan (AI).
Di satu sisi, AI memiliki potensi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan. Sebaliknya, seiring perkembangan teknologi AI yang pesat, hal ini dapat mengganggu berbagai sektor. Perry juga menyampaikan komitmen BI untuk menjaga makroekonomi o stabilitas ekonomi dan sistem keuangan.
“Komitmen ini diwujudkan melalui pengelolaan nilai tukar yang fleksibel namun terukur, penguatan instrumen moneter untuk menjaga daya tarik aset domestik, serta pengelolaan likuiditas yang cermat guna terus mendukung pertumbuhan,” ujarnya. Sementara itu, Ketua Komite Moneter dan Keuangan Internasional (IMFC) Mohammed Aljadaan menyatakan bahwa dampak ekonomi dari konflik di Timur Tengah akan bergantung pada lamanya waktu, intensitas, dan jangkauan geografisnya. Ia juga menyebutkan bahwa negara-negara termiskin dan paling rentan akan menjadi yang paling terdampak.
“Jika berlarut-larut, hal ini dapat membuat harga bahan bakar dan pupuk tetap tinggi dalam waktu lama, mengganggu pasokan input utama, serta meningkatkan risiko terhadap keamanan energi dan pangan, pertumbuhan global, inflasi, dan keseimbangan sektor eksternal,” kata Aljadaan dalam pernyataan resmi pada Jumat, 17 April 2026. Menurut Menteri Keuangan Arab Saudi, bank sentral tetap berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga sesuai dengan mandat masing-masing.