Toyota Menginvestasikan Rp1,3 Triliun dalam Ekosistem Baterai Kendaraan Listrik di Indonesia
Liga335 daftar – TEMPO.CO, Jakarta – PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) telah menjalin kemitraan dengan Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) untuk mengembangkan produksi baterai kendaraan listrik di Indonesia.
Toyota menginvestasikan Rp1,3 triliun guna memperkuat ekosistem kendaraan listrik (EV), termasuk pasokan baterai dari hulu hingga hilir. Direktur Utama TMMIN, Nandi Julyanto, mengatakan bahwa Toyota saat ini mengoperasikan lini produksi paket baterai di Karawang untuk memproduksi baterai bagi Toyota Kijang Innova Zenix HEV (Kendaraan Listrik Hibrida), Veloz HEV, dan Yaris Cross HEV. Kerja sama dengan CATL bertujuan untuk meningkatkan kemampuan produksi perakitan baterai serta memungkinkan produksi sel dan modul baterai secara menyeluruh.
“Komponen sel dan modul baterai, yang saat ini masih diimpor, nantinya akan diproduksi oleh tenaga kerja Indonesia,” ujarnya dalam pernyataan tertulis pada Senin, 20 April 2026. CATL adalah perusahaan asal Tiongkok dan salah satu produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia. baterai.
Perusahaan ini memiliki ekosistem lengkap mulai dari penelitian dan pengembangan baterai hingga lini produksi. Nandi mengatakan bahwa kemitraan ini bukan sekadar untuk memperluas investasi di Indonesia. Kemitraan ini juga mendukung inisiatif Toyota yang lebih luas untuk mencapai netralitas karbon melalui pengembangan rantai pasokan lokal.
Toyota juga mengoptimalkan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan meningkatkan kandungan lokal pada baterai melalui lokalisasi sel dan modul baterai. Sumber daya manusia Indonesia diharapkan memainkan peran kunci dalam mengurangi ketergantungan pada impor serta memposisikan negara ini sebagai basis produksi dan ekspor kendaraan listrik serta komponen utamanya di pasar global. Wakil Direktur Utama TMMIN, Bob Azam, mengatakan bahwa proses ini akan secara bertahap memperkuat rantai pasok yang ada.
Pengembangan manufaktur kendaraan konvensional pada akhirnya akan mendukung produksi komprehensif kendaraan bertenaga listrik, khususnya kendaraan listrik. “Dengan demikian, selain mempertahankan eks “Dengan memanfaatkan ekosistem pemasok yang ada, TMMIN akan secara bertahap meningkatkan dan berpotensi menarik mitra rantai pasokan baru untuk mendukung transformasi industri,” ujarnya. Pendekatan kolaboratif ini menempatkan TMMIN sebagai anak perusahaan Toyota pertama di Asia Tenggara yang mengekspor baterai ke pasar global, dengan target ekspor dimulai pada pertengahan 2026.
Ekspor tersebut tidak hanya mencakup baterai yang dipasang pada kendaraan hibrida, tetapi juga komponen baterai. Toyota bertujuan untuk berkontribusi dalam mencapai target Kontribusi yang Ditentukan Secara Nasional (NDC) dan Emisi Nol Bersih (NZE) pada tahun 2060. Perusahaan ini juga berupaya memperbaiki neraca perdagangan melalui ekspor serta mengurangi ketergantungan pada impor minyak.