Perjanjian Perdagangan Indonesia-AS Memperluas Akses Pasar
Liga335 daftar – TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan bahwa penyelesaian Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat merupakan tonggak penting dalam memperkuat akses pasar dan meningkatkan kepastian bisnis bagi kedua negara. “Penyelesaian ART merupakan tonggak penting yang dicapai melalui negosiasi intensif dan konstruktif antara kedua negara,” katanya dalam pernyataan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Airlangga menyatakan bahwa perjanjian ini menunjukkan komitmen Indonesia untuk menciptakan lingkungan bisnis yang lebih terbuka, transparan, dan ramah investasi. Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia dan AS telah menyelesaikan negosiasi ART dan kini memasuki tahap persiapan untuk penandatanganan dan implementasi. Perjanjian ini menunjukkan komitmen kedua negara untuk memperkuat akses pasar, menyederhanakan hambatan perdagangan, dan membuka peluang investasi yang lebih luas dan berkelanjutan.
P Presiden Prabowo Subianto juga menghadiri forum bisnis yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang Amerika Serikat (U.S. Chamber of Commerce), Dewan Bisnis Amerika Serikat-ASEAN (U.
S.-ASEAN Business Council), dan Masyarakat Amerika Serikat-Indonesia (U.S.
Indonesia Society). Pada kesempatan tersebut, Prabowo menekankan bahwa kunjungannya ke AS bertujuan untuk menuntaskan perjanjian perdagangan timbal balik, yang dianggap krusial bagi bisnis, investor, dan rantai pasok di kawasan Pasifik. Ia juga menekankan pentingnya stabilitas, kepastian, dan pelaksanaan kebijakan guna mempertahankan kepercayaan investor.
Fondasi ekonomi Indonesia dianggap kuat. Forum tersebut berfungsi sebagai dialog strategis antara pemerintah Indonesia dan perusahaan-perusahaan AS terkemuka yang beroperasi di Indonesia, seperti Freeport-McMoRan, ExxonMobil, PepsiCo, Cargill, dan Caterpillar Inc. Forum tersebut juga menyaksikan penandatanganan beberapa nota kesepahaman dengan nilai potensi total sekitar US$38,4 miliar.
Komitmen tersebut meliputi US$2,5 miliar untuk investasi pertanian dan US$35,9 miliar untuk investasi industri. Kerja sama, termasuk di sektor semikonduktor dan bahan industri strategis. Pemerintah memandang sinergi antara sektor publik dan swasta kedua negara sebagai cara untuk memperluas investasi berkualitas, memperdalam integrasi ke dalam rantai pasok global, dan mendorong penciptaan lapangan kerja produktif dan sangat kompetitif.