Wanti-wanti Pakar ke Indonesia Usai Israel Gabung Board of Peace

Jakarta — Sejumlah pakar hubungan internasional memberi peringatan kehati-hatian kepada Indonesia menyusul kabar Israel bergabung dalam sebuah Board of Peace. Menurut para ahli, langkah tersebut perlu dibaca jernih dan kritis, agar tidak menimbulkan tafsir yang bertentangan dengan prinsip politik luar negeri Indonesia dan sikap konsisten terhadap isu Palestina.

Peringatan ini tidak menolak dialog perdamaian, melainkan mengingatkan agar simbol dan forum tidak mengaburkan substansi dan rekam jejak kebijakan di lapangan.

Membaca “Board of Peace”: Simbol vs Substansi

Pakar menilai keanggotaan dalam forum perdamaian kerap memiliki makna simbolik yang kuat. Namun, simbol tidak selalu sejalan dengan perubahan kebijakan nyata. Karena itu, Indonesia diminta menilai:

  • Mandat dan tujuan forum: apakah mendorong langkah konkret atau sekadar deklaratif

  • Konsistensi perilaku anggota dengan prinsip hukum humaniter dan resolusi internasional

  • Implikasi diplomatik terhadap posisi Indonesia di forum multilateral

Pendekatan ini penting agar Indonesia tidak terjebak pada legitimasi simbolik tanpa dampak nyata bagi perdamaian.

Prinsip Politik Luar Negeri Indonesia

Indonesia dikenal memegang teguh politik luar negeri bebas aktif—aktif mendorong perdamaian, bebas dari blok kepentingan. Dalam konteks ini, para pakar menekankan agar Jakarta tetap:

  • Konsisten pada dukungan solusi dua negara

  • Menjaga keberpihakan pada hukum internasional dan perlindungan warga sipil

  • Menghindari langkah yang dapat ditafsirkan sebagai pergeseran sikap

Kehati-hatian dinilai krusial untuk menjaga kepercayaan publik domestik dan kredibilitas internasional.

Keamanan Publik dan Persepsi Global

Isu Timur Tengah memiliki resonansi kuat di dalam negeri. Setiap sinyal diplomatik berpotensi memicu reaksi publik jika tidak dikomunikasikan dengan jelas. Pakar menyarankan transparansi: menjelaskan batasan, tujuan, dan posisi resmi Indonesia agar tidak terjadi salah tafsir yang berdampak pada stabilitas sosial.

Di tingkat global, kejelasan posisi membantu Indonesia tetap dipercaya sebagai mediator berprinsip, bukan sekadar partisipan forum.

Human Interest: Harapan Perdamaian yang Nyata

Di balik diskursus diplomasi, ada harapan kemanusiaan—warga sipil yang menunggu gencatan senjata, akses bantuan, dan perlindungan. Para pakar mengingatkan, diplomasi seharusnya menghasilkan perubahan nyata: penurunan kekerasan, akses kemanusiaan, dan akuntabilitas.

Forum apa pun, termasuk Board of Peace, dinilai bermakna jika menggerakkan aksi, bukan hanya pernyataan.

Rekomendasi Pakar

  • Uji rekam jejak dan komitmen nyata anggota forum

  • Jaga jarak kritis pada simbolisme tanpa implementasi

  • Perkuat komunikasi publik tentang posisi Indonesia

  • Dorong agenda kemanusiaan konkret di setiap forum

Penutup

Wanti-wanti pakar usai Israel bergabung dengan Board of Peace menegaskan satu hal: diplomasi damai memerlukan prinsip, kehati-hatian, dan konsistensi. Bagi Indonesia, menjaga garis kebijakan yang tegas sekaligus aktif adalah kunci agar upaya perdamaian tidak berhenti pada simbol, melainkan berbuah hasil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *