Lhokseumawe — Rumah Sakit Angkatan Laut (RSAL) Jala Ammari menangani sembilan korban kecelakaan kapal nelayan yang terjadi di perairan Aceh. Para korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis setelah mengalami luka-luka akibat insiden tersebut.
Tim medis RSAL Jala Ammari bergerak cepat sejak para korban tiba. Sebagian korban mengalami luka ringan hingga sedang, sementara beberapa lainnya memerlukan observasi lanjutan akibat benturan dan kelelahan setelah berada di laut. Penanganan dilakukan di instalasi gawat darurat dengan prioritas pada stabilisasi kondisi pasien.
Menurut keterangan pihak rumah sakit, seluruh korban mendapatkan perawatan sesuai prosedur medis dan dalam kondisi terpantau. “Fokus kami adalah memastikan keselamatan dan pemulihan para korban,” ujar perwakilan RSAL Jala Ammari.
Kecelakaan kapal nelayan ini kembali menyoroti tingginya risiko yang dihadapi nelayan saat melaut, terutama akibat faktor cuaca dan kondisi perairan. Bagi keluarga korban, kehadiran rumah sakit menjadi penopang harapan di tengah situasi darurat.
Sebagai fasilitas kesehatan TNI AL, RSAL Jala Ammari tidak hanya melayani personel militer, tetapi juga masyarakat umum, khususnya dalam kondisi kedaruratan. Penanganan terhadap korban kecelakaan laut ini menjadi bagian dari peran kemanusiaan rumah sakit dalam mendukung keselamatan publik di wilayah pesisir Aceh.
Pihak terkait mengimbau nelayan untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan sebelum melaut, termasuk kondisi cuaca dan kelayakan kapal, guna mencegah terulangnya kejadian serupa.