Pelabuhan Tanjung Priok di Indonesia Mengatakan Layanan Kontainer Kembali Normal
Liga335 daftar – TEMPO.CO, Jakarta – Direktur Operasional Terminal Kontainer Baru Priok Satu, Rino Wisnu Putro, mengatakan layanan pengiriman kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, telah kembali normal setelah gangguan yang terjadi baru-baru ini. “Saat ini, layanan kapal dan truk beroperasi secara normal, 24 jam sehari, tujuh hari seminggu,” kata Rino dalam pernyataan tertulis pada Rabu, 18 Maret 2026.
Ia mengatakan pemulihan tersebut merupakan bagian dari perbaikan sistem, khususnya dalam penerbitan izin gerbang, yang dikenal sebagai Truck Identification Label Authorization (TILA). Masalah dalam penerbitan TILA sebelumnya telah mengganggu pelepasan kontainer dari pelabuhan. Sebelumnya, kelompok-kelompok bisnis telah menyuarakan kekhawatiran atas gangguan operasional yang disebabkan oleh penangguhan sementara izin pelepasan kontainer di beberapa terminal.
Akibatnya, barang-barang yang tiba di pelabuhan tidak dapat dibongkar dari kontainer tepat waktu. Subandi, ketua Asosiasi Importir Nasional Seluruh Indonesia, mengatakan bahwa ia telah menerima informasi mengenai penangguhan tersebut pensiun dari operator terminal. Ia mengatakan situasi tersebut berbeda dengan tahun lalu.
“Tidak ada penangguhan semacam itu tahun lalu,” kata Subandi dalam pernyataan tertulis pada Minggu, 15 Maret 2026. Berdasarkan dokumen yang diterimanya, beberapa terminal peti kemas memberlakukan penangguhan sementara, termasuk Terminal Peti Kemas New Priok Satu. Penangguhan tersebut diperkirakan berlangsung dari 16 hingga 26 Maret 2026, bertepatan dengan periode libur Idul Fitri.
Subandi memperingatkan bahwa kebijakan tersebut dapat berdampak luas bagi industri dalam negeri yang bergantung pada bahan baku impor. Keterlambatan dalam proses bongkar muat barang di pelabuhan, katanya, dapat mengganggu proses produksi. Perusahaan logistik juga terdampak oleh perlambatan distribusi kargo, yang berpotensi mengurangi operasional dan berdampak pada pekerja di sektor tersebut.
Ia menambahkan bahwa importir mungkin juga menghadapi biaya tambahan berupa biaya demurrage kontainer, yang dapat mencapai sekitar US$80 per hari. Biaya tersebut dikenakan oleh perusahaan pelayaran ketika kontainer tetap berada di terminal setelah waktu gratis yang disepakati. Alfitria Nefi Pratiwi turut berkontribusi dalam penulisan artikel ini.