Industri Otomotif Siap Bersaing di MEA

Industri Otomotif Siap Bersaing di MEA

Industri Otomotif Siap Bersaing di MEA

Liga335 – Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa industri otomotif memiliki potensi yang sangat besar untuk memperkuat ekspor mobil dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan mulai berlaku pada awal tahun 2016. Direktur Jenderal Kerjasama Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan, Bachrul Chairi, mengatakan bahwa peluang yang sangat besar bagi industri otomotif Indonesia ini sejalan dengan jumlah penduduk ASEAN yang banyak menggunakan kendaraan pribadi. Selain itu, industri komponen otomotif Indonesia juga memiliki prospek yang cerah untuk menarik investasi asing.

Hal ini dapat dilihat dari perusahaan-perusahaan asing yang akan mendirikan pabrik otomotif di Indonesia untuk diekspor. Beberapa perusahaan Jepang – Daihatsu, Honda, Mitsubishi, Suzuki, dan Toyota – meningkatkan investasinya di Indonesia pada tahun 2015 untuk mendukung industri komponen otomotif lapis ketiga. Sejauh ini, industri komponen otomotif di Indonesia sebagian besar berada di tingkat 1 dan tingkat 2, yang memproduksi barang-barang seperti eksterior mobil, sasis, rem cakram, t tahun.

Dalam jangka panjang, Pemerintah bertekad agar industri komponen otomotif dapat berkembang secara signifikan dan menjadi produk utama ekspor Indonesia. Di tengah pertumbuhan industri otomotif nasional, Indonesia masih menghadapi persaingan yang ketat dalam upaya meningkatkan ekspor ke negara-negara ASEAN. Pesaing terkuatnya adalah Thailand yang selama ini menjadi basis pengembangan teknologi otomotif di Asia Tenggara.

Dalam hal produksi mobil, Thailand masih mendominasi. Sementara itu, Indonesia menduduki posisi pertama sebagai pasar mobil terbesar di ASEAN. Namun, lanjut Bachrul, Thailand sudah tidak mampu lagi mengakomodasi pertumbuhan lebih lanjut yang diinginkan para investor, sehingga mereka harus mencari negara alternatif.

Dalam hal ini, Indonesia dapat mengambil kesempatan untuk mengembangkan industri otomotif. Kesiapan sumber daya manusia otomotif Mengenai sumber daya manusia, Sekretaris Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja, Kunjung Maseha t mengakui kesiapan industri otomotif Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Ia melihat sektor ini memiliki banyak tenaga kerja terampil.

Ke depannya, Pemerintah dan produsen otomotif akan berkolaborasi untuk meningkatkan keterampilan tenaga kerja dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN. Industri akan meluncurkan program untuk membantu tenaga kerja meningkatkan keterampilan mereka dalam menangani proses teknis pembuatan mobil dari awal hingga tahap pengiriman mobil. Pemerintah juga akan memperkenalkan standar kompetensi kerja nasional Indonesia (SKKNI).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *