Indonesia menjajaki kerja sama di bidang pendidikan tinggi dan kesehatan dengan Oxford
Taruhan bola – Indonesia menjajaki kemitraan di bidang pendidikan tinggi dan kesehatan dengan Oxford
Berita terkait: Wakil menteri tekankan pentingnya revitalisasi pendidikan tinggi
Berita terkait: Menteri dorong kerja sama dengan Inggris untuk memperkuat pendidikan tinggi
Berita terkait: UI menjajaki kerja sama akademik strategis dengan universitas-universitas Meksiko
Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Indonesia sedang menjajaki kemitraan strategis dengan Universitas Oxford untuk memperkuat pendidikan tinggi, penelitian, dan layanan kesehatan di Indonesia.Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Brian Yuliarto dengan delegasi Oxford di Jakarta pada hari Jumat. “Kami sangat berharap pertemuan ini menandai awal dari kolaborasi yang lebih luas antara Indonesia dan Universitas Oxford, khususnya dalam memperkuat pendidikan tinggi, penelitian, dan pengembangan teknologi kesehatan,” kata Menteri Yuliarto dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu.
Ia menambahkan bahwa sebuah pr Fokus utamanya adalah rencana pendirian fakultas kedokteran terpadu di berbagai wilayah di Indonesia. Inisiatif ini bertujuan untuk memperluas akses terhadap layanan kesehatan, meningkatkan kualitas tenaga medis, dan mengurangi ketergantungan masyarakat dalam mencari perawatan medis di luar negeri. “Menindaklanjuti arahan presiden, kami berencana membangun sepuluh fakultas kedokteran di berbagai pulau di Indonesia, yang terintegrasi dengan rumah sakit pendidikan kelas dunia,” ujar Yuliarto.
Heidi Johansen-Berg, seorang delegasi dari Universitas Oxford, menyambut baik inisiatif tersebut, sambil mencatat visi besar Indonesia dalam pengembangan pendidikan tinggi dan layanan kesehatan. Ia menegaskan komitmen Oxford untuk mendukung kemitraan dalam penelitian, inovasi teknologi, dan pengembangan talenta global. Ia juga menyoroti potensi kolaborasi dalam data kesehatan, teknologi digital, dan jaringan penelitian lintas batas.
Kerja sama kementerian dengan Oxford diharapkan mencakup pengembangan kurikulum, penelitian bersama, inovasi teknologi kesehatan, pertukaran akademis, dan pengembangan kapasitas kelembagaan. Peluang kerja sama juga terbuka di bidang-bidang prioritas seperti vaksin, kecerdasan buatan dalam bidang kesehatan, diagnosis penyakit, data kesehatan, serta penguatan penelitian mengenai penyakit menular seperti tuberkulosis.Sebagai tindak lanjut, kedua belah pihak berencana membentuk kelompok kerja bersama untuk memetakan prioritas kerja sama dan menjajaki skema penelitian bersama, pertukaran akademis, serta pengembangan program pelatihan dan beasiswa.
Inisiatif ini dimaksudkan sebagai landasan bagi kemitraan jangka panjang antara Indonesia dan Oxford untuk mendukung transformasi pendidikan tinggi dan penelitian kesehatan.