Indonesia mengupayakan perluasan perjanjian perdagangan preferensial dengan Turki
Liga335 daftar – Indonesia mengupayakan perluasan perjanjian perdagangan preferensial dengan Turki
Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti menegaskan komitmen Indonesia untuk mempercepat perluasan cakupan Perjanjian Perdagangan Preferensial Indonesia-Turki (Indonesia-Turkey Preferential Trade Agreement/IT-PTA) sebagai langkah strategis menuju kemitraan ekonomi yang komprehensif. Dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis, komitmen tersebut disampaikan dalam pertemuan Esti dengan Wakil Menteri Perdagangan Turki, Mustafa Tuzcu, di Kairo, Mesir, pada hari Selasa.Sementara itu, ekspor Indonesia ke Turki pada 2024 mencapai US$1,9 miliar atau meningkat 26,05 persen dibandingkan dengan 2023, dengan produk utama antara lain produk setengah jadi besi atau baja bukan paduan, baja nirkarat canai lantaian, serat stapel buatan, kokas, dan minyak kelapa sawit.
Menurut Esti, saat ini Turki merupakan negara tujuan ekspor terbesar ke-23 Indonesia dan negara asal ke-36. “Perdagangan Indonesia-Turki mengalami tren yang positif. Masih banyak potensi yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk merealisasikan target pencapaian perdagangan sebesar US$10 miliar, dan kita perlu segera mewujudkan perdagangan yang lebih bermakna melalui IT-PTA,” ujar Wamendag.
Indonesia memandang IT-PTA sebagai langkah strategis untuk memperdalam hubungan ekonomi kedua negara, sekaligus sebagai fondasi penting bagi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Turki (Indonesia-Turkey Comprehensive Economic Partnership Agreement/IT-CEPA).Wamendag menegaskan, Indonesia memandang penting untuk memberikan fleksibilitas yang memadai bagi kedua belah pihak agar cakupan produk tidak terlalu sempit dan benar-benar dapat mencerminkan kepentingan bersama. “Indonesia juga mendorong agar sektor-sektor kunci seperti tekstil, alas kaki, serta besi dan baja terus didiskusikan agar manfaat perjanjian ini dapat dirasakan secara lebih merata,” tegas Mendag.
Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Turki, Mustafa Tuzcu, menegaskan bahwa pihaknya akan onsider mempertimbangkan usulan tersebut dan menyarankan agar kedua negara menjajaki potensi kerja sama di sektor konstruksi, mengingat Indonesia saat ini sedang mengembangkan ibu kota barunya, Nusantara.