Indonesia memperlebar defisit anggaran untuk menghindari krisis ekonomi serupa dengan yang terjadi pada tahun 1998.
Liga335 daftar – Indonesia memperluas defisit anggaran untuk menghindari krisis ekonomi seperti tahun 1998 Berita terkait: Indonesia menyatakan defisit anggaran tetap aman meskipun terjadi perlambatan ekonomi Jakarta (ANTARA) – Indonesia telah memperluas defisit anggarannya mendekati batas hukum 3 persen untuk mencegah terulangnya krisis ekonomi tahun 1997-1998, kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Selasa.Berbicara di Forum Fiskal Indonesia (IFF) 2026 di Jakarta, Sadewa mengatakan keputusan ini tidak mudah, tetapi diperlukan untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi nasional di tengah tekanan perlambatan yang meningkat. “Dari sisi pemerintah, pengeluaran dan langkah-langkah lain, saya pastikan semuanya bertujuan untuk membalikkan keadaan ekonomi.
Akibatnya, dampak fiskal adalah defisit yang lebih lebar. Namun, ini adalah langkah yang harus diambil. Jika tidak, kita bisa berakhir seperti pada 1998 lagi,” ujarnya.
Data awal untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 menunjukkan defisit sebesar Rp695,1 triliun (sekitar US$41,4 miliar), setara dengan 2,92 persen dari produk domestik bruto (PDB), wi Lebih rendah dari target awal sebesar 2,53 persen dan mendekati batas 3 persen yang ditetapkan oleh undang-undang. Sementara itu, anggaran negara tahun 2026 telah disepakati dengan target defisit sebesar 2,68 persen dari PDB. Meskipun mendapat kritik dari berbagai pihak atas langkah pemerintah, Sadewa menjelaskan bahwa secara teknis pemerintah dapat mempertahankan defisit sekitar 2 persen, namun hal itu akan memerlukan pemotongan beberapa pos pengeluaran negara.
Menghadapi perlambatan ekonomi, ia memilih menerapkan kebijakan kontra-siklus dengan meningkatkan belanja pemerintah, termasuk melalui program bantuan sosial dan insentif pajak. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.“Jika kita memperketat kebijakan fiskal, ekonomi akan semakin melambat.
Jika kita menaikkan pajak, ekonomi akan semakin melambat. Itulah mengapa saya tidak pernah menaikkan tarif pajak atau bea masuk. Sebaliknya, saya memastikan strategi yang ada diterapkan dan kita berusaha semaksimal mungkin,” kata menteri.
“Itulah biaya yang harus kita bayar untuk membalik arah Ekonomi. Namun, hal yang paling penting adalah kita terus menjaga keberlanjutan fiskal,” tambah Sadewa.