Indonesia meluncurkan program nasional keselamatan dan kesehatan kerja lima tahun 2024-2029.

Indonesia meluncurkan program nasional keselamatan dan kesehatan kerja lima tahun 2024-2029.

Indonesia meluncurkan program nasional keselamatan dan kesehatan kerja lima tahun 2024-2029.

Liga335 – JAKARTA, Indonesia (ILO News) – Kementerian Tenaga Kerja, bekerja sama dengan Kantor Negara ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, meluncurkan Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional 2024-2029 hari ini (25/04) di Jakarta di bawah naungan Ida Fauziyah, Menteri Tenaga Kerja. Peluncuran ini disaksikan oleh lebih dari 1.000 peserta dari berbagai kementerian, lembaga, ILO, dan pemangku kepentingan K3.

Dokumen strategis dan terikat waktu ini merupakan komponen kunci dari kerangka kerja Profil Nasional K3 2022 yang bertujuan untuk meningkatkan K3 secara berkelanjutan. Program ini memberikan pemangku kepentingan tujuan, target, dan indikator yang jelas untuk melaksanakan program K3 secara mandiri dan kolaboratif guna mencapai target utama mengurangi jumlah kecelakaan kerja setidaknya 10 persen dari angka saat ini 298.137 kasus per tahun pada 2022.

“Program K3 nasional ini mencerminkan komitmen bersama kita yang melibatkan kolaborasi antara kementerian dan lembaga serta semua Pihak-pihak terkait K3, untuk meningkatkan implementasi K3 di tingkat nasional, sehingga memberikan kontribusi yang lebih signifikan bagi pembangunan negara kita,” kata Menteri Ida. © ILO Ida Fauziyah, Menteri Tenaga Kerja Indonesia, memaparkan Program Nasional K3 Indonesia pada peluncuran di Jakarta.
Program K3 Nasional kedua ini dikembangkan sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, menjadikannya alat penting dalam mendorong prioritas pembangunan nasional berupa pertumbuhan ekonomi inklusif, pembangunan berkelanjutan, dan kesejahteraan sosial.

Program ini juga mengidentifikasi tantangan dan peluang berdasarkan tren terkini dalam ketenagakerjaan dan dinamika K3 yang perlu diantisipasi dalam lima tahun ke depan, termasuk perubahan demografi tenaga kerja Indonesia, peningkatan digitalisasi, teknologi informasi dan komunikasi, nanoteknologi, otomatisasi dan robotika, perubahan pola kerja, serta tantangan baru terkait perubahan iklim. Perubahan. Program ini menguraikan lima strategi kunci untuk mengatasi tantangan K3 di Indonesia, termasuk penguatan dan pembentukan kerangka hukum K3, penegakan budaya dan norma K3, kapasitas sumber daya K3, sistem pelaporan dan manajemen informasi K3, serta koordinasi, sinergi, dan kolaborasi K3.

Simrin Singh, Direktur Negara ILO untuk Indonesia dan Timor-Leste, menyatakan komitmen berkelanjutan ILO untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam implementasi, pemantauan, dan evaluasi program ini. “Program Nasional K3 2024–2029 secara efektif mengoordinasikan upaya Pemerintah Indonesia, asosiasi pengusaha, serikat pekerja, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menciptakan budaya K3 yang tangguh dan mempromosikan implementasi K3 di berbagai sektor, mulai dari industri hingga usaha mikro dan kecil, ekonomi informal, dan sektor pedesaan,” kata Simrin. Acara peluncuran diikuti oleh diskusi tentang penguatan budaya K3 dalam mengantisipasi dampak perubahan iklim melalui.

Program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional. Pembahasan ini berangkat dari tema Hari Keselamatan dan Kesehatan Kerja Dunia 2024 yang berfokus pada dampak perubahan iklim terhadap K3, yang diperingati pada tanggal 28 April
Diskusi ini menyoroti temuan mengkhawatirkan dari laporan baru ILO tentang dampak perubahan iklim terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja, sekaligus mengidentifikasi pendekatan yang perlu diambil untuk mengembangkan program K3 terintegrasi, sebagaimana tercantum dalam tindakan strategis kedua Program K3 Nasional tentang pembinaan budaya K3, pelaksanaan inspeksi yang ditingkatkan, dan penegakan norma K3.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi: Gita F.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *