Indonesia Belum Mengonfirmasi Insentif Otomotif untuk Tahun 2026

Indonesia Belum Mengonfirmasi Insentif Otomotif untuk Tahun 2026

Indonesia Belum Mengonfirmasi Insentif Otomotif untuk Tahun 2026

Liga335 – TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Perindustrian belum mengonfirmasi adanya insentif otomotif untuk tahun ini. Setia Diarta, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronik, menyatakan bahwa usulan insentif telah diajukan ke Kementerian Keuangan.

“Menteri juga telah mengirim surat kepada Kementerian Keuangan untuk membantu meningkatkan penjualan industri otomotif,” katanya di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada Kamis, 5 Februari 2026. Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengirim surat mengenai usulan insentif otomotif kepada Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada akhir Desember 2025. Insentif tersebut diharapkan akan diberlakukan kembali untuk Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

Namun, Setia menyebutkan bahwa insentif pajak untuk Mobil Hijau Berbiaya Rendah (LCGC) akan berlanjut hingga 2031. Sementara itu, untuk yang tidak termasuk dalam kategori berbiaya rendah, masih belum pasti. “Masih dalam pembahasan, jadi kita harus.

” “Tunggu,” katanya. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa insentif otomotif, terutama untuk kendaraan listrik, tidak akan dilanjutkan. Pemerintah telah menyalurkan total Rp7 triliun insentif hingga tahun 2025.

Airlangga menyebutkan bahwa beberapa merek seperti Build Your Dreams (BYD), VinFast, dan Hyundai telah berinvestasi dalam mendirikan pabrik di Indonesia. “Oleh karena itu, hal ini akan didorong untuk mobil nasional di masa depan,” kata Airlangga pada Rabu, 14 Januari 2026. Perhatian terhadap insentif otomotif juga mempertimbangkan penurunan penjualan mobil yang diproyeksikan pada 2025.

Penjualan kendaraan grosir dari pabrik ke dealer pada 2025 mencapai 803.687 unit, turun 7,2 persen dibandingkan 2024. Sementara itu, dealer menjual 833.

712 unit kepada konsumen, yang merupakan penurunan sebesar 6,3 persen dibandingkan dengan 2024.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *