Bandung – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung mencatat sebanyak 104.600 kendaraan melintasi kawasan wisata selama periode libur Lebaran, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat yang berlibur.
Lonjakan jumlah kendaraan tersebut terjadi di sejumlah titik destinasi wisata favorit yang menjadi tujuan utama wisatawan lokal maupun luar daerah.
Lonjakan Kendaraan di Kawasan Wisata
Dishub Bandung menyebutkan peningkatan volume kendaraan mulai terlihat sejak awal libur Lebaran dan terus mengalami kenaikan pada hari-hari berikutnya.
“Kawasan wisata menjadi titik dengan kepadatan tertinggi, terutama pada jam-jam tertentu,” ujar perwakilan Dishub Bandung.
Kendaraan yang melintas didominasi oleh mobil pribadi dan sepeda motor yang digunakan wisatawan untuk berlibur bersama keluarga.
Pengaturan Lalu Lintas Diperkuat
Untuk mengantisipasi kepadatan, Dishub bersama kepolisian melakukan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik rawan macet.
Rekayasa lalu lintas seperti pengalihan arus dan sistem buka-tutup jalan diterapkan secara situasional guna menjaga kelancaran arus kendaraan.
Petugas juga disiagakan di persimpangan dan akses menuju kawasan wisata untuk membantu mengurai kemacetan.
Imbauan bagi Pengendara
Dishub mengimbau pengendara agar merencanakan perjalanan dengan baik serta menghindari waktu-waktu puncak kepadatan.
Pengemudi juga diminta untuk mematuhi rambu lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan.
Selain itu, kondisi kendaraan perlu dipastikan dalam keadaan prima untuk menghindari kendala selama perjalanan.
Antisipasi Puncak Arus Balik
Kepadatan kendaraan diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, terutama menjelang arus balik Lebaran.
Dishub Bandung terus melakukan pemantauan dan evaluasi guna memastikan arus lalu lintas tetap terkendali.
Dengan pengelolaan yang optimal, diharapkan aktivitas wisata di Bandung dapat berjalan lancar tanpa mengganggu kenyamanan pengguna jalan.