Aktivis Greenpeace Indonesia dan Korban Terorisme Mengajukan Laporan ke Polisi
Liga335 daftar – TEMPO.CO, Jakarta – Manajer Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Indonesia, Iqbal Damanik, dan seorang kreator konten, Yansen, mengunjungi Direktorat Reserse Kriminal Umum (Bareskrim) Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Mereka berkonsultasi untuk membuat laporan mengenai ancaman yang mereka terima setelah mengkritik tanggap bencana di Sumatra.
“Kami akhirnya mengajukan laporan resmi ke polisi,” kata Iqbal di gedung Bareskrim Polri pada Rabu, 14 Januari 2026. Mereka didampingi oleh perwakilan hukum dari Tim Advokasi Demokrasi (TAUD) yang berkonsultasi dengan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim. Perwakilan TAUD, Gema Gita Persada, menyatakan bahwa mereka ingin membuat laporan komprehensif mengenai serangkaian ancaman terhadap aktivis dan individu yang telah mengkritik kebijakan pemerintah.
Gema meminta Bareskrim untuk menangani kasus ini secara holistik dan lebih makroskopik. Ia menyebutkan bahwa ancaman tersebut telah terjadi sejak awal 2025, ketika jurnalis Tempo, Franchisca Christ Y Rosana menerima paket berisi kepala babi. “Ini bukan sekadar ancaman biasa, bukan sekadar intimidasi biasa, tetapi sudah merupakan tindakan kriminal teroris yang diduga menyebabkan ketakutan luas,” kata Gema.
Yansen, pemilik akun Instagram @pitengz_oposipit, mengalami ancaman pada 20 Desember 2025. Awalnya, nomor telepon seluler ibunya dan saudarinya diretas dan diambil alih. Kemudian, seorang pria menelepon menggunakan nomor ibunya.
Pria tak dikenal itu meminta Yansen untuk menghapus posting kritis tentang tanggap bencana. “Jika kamu tidak menghapus kontenmu, maka kamu akan menghadapi konsekuensinya,” kata Yansen mengutip pesan dari orang tak dikenal di gedung Bareskrim. Sementara itu, Iqbal Damanik menerima ancaman dan tuntutan untuk menghapus posting kritis tentang bencana.
Beberapa hari kemudian, rumahnya menerima bangkai ayam yang dipenggal. Bangkai tersebut disertai pesan yang berbunyi “mulutmu harimaumu” (mulutmu adalah harimau). Laporan mereka masih dalam proses, a Dan mereka masih diperiksa oleh pihak berwenang.
Hingga saat artikel ini diterbitkan, Bareskrim belum mengeluarkan laporan polisi. Aktivis dan influencer yang mengkritik tanggapan bencana di Sumatra telah menerima serangkaian ancaman. Selain Iqbal dan Yansen, DJ Donny juga mengajukan laporan ke Kepolisian Metropolitan Jakarta karena rumahnya menjadi sasaran serangan bom molotov oleh orang tak dikenal pada 31 Desember 2025.
Influencer Sherly Annavita juga menerima ancaman berupa pesan intimidasi dan telur busuk di rumahnya.