Indonesia meninjau Proyek Tembok Laut Raksasa sebagai mesin pertumbuhan ekonomi
Liga335 daftar – Indonesia Meninjau Proyek Tembok Laut Raksasa sebagai Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Berita terkait: Pemerintah Meninjau 15 Segmen Proyek Tembok Laut Raksasa di Pesisir Utara Jawa
Jakarta (ANTARA) – Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani mengatakan pada Selasa (12 Mei) bahwa pemerintah sedang meninjau proyek Tembok Laut Raksasa di Pantai Utara Jawa untuk memperluas perannya melampaui perlindungan pesisir menjadi mesin pertumbuhan ekonomi.Rosan Roeslani, yang juga menjabat sebagai CEO Danantara Indonesia, mengatakan bahwa pemerintah sedang berkoordinasi dengan Kepala Badan Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) untuk menyempurnakan rencana induk proyek tersebut.”Jadi, ini bukan hanya soal membangun Tembok Laut Raksasa, tetapi juga soal menciptakan titik-titik yang dapat mendorong perekonomian, menarik investasi, dan mendukung pertumbuhan ekonomi,” kata Rosan di Istana Kepresidenan di Jakarta.
Ia mengatakan proyek ini diharapkan dapat menghasilkan pertumbuhan ekonomi baru tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di wilayah-wilayah lain yang termasuk dalam rencana pengembangan pesisir. Rosan menambahkan bahwa pemerintah terus melakukan penilaian “Hal ini dilakukan untuk memastikan proyek tersebut memberikan manfaat optimal bagi perlindungan pesisir dan pertumbuhan investasi.” “Kami sedang meninjau, memberikan masukan, dan melakukan penilaian agar pada akhirnya hal ini dapat menciptakan pusat-pusat ekonomi baru, tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di wilayah-wilayah tempat Tembok Laut Raksasa akan dibangun,” ujarnya.
Proyek Tembok Laut Raksasa direncanakan membentang sepanjang 575 kilometer di sepanjang wilayah pesisir utara Jawa dan akan dibagi menjadi 15 segmen. Pihak berwenang menyatakan bahwa proyek ini dirancang untuk melindungi pabrik dan perkantoran, serta mengintegrasikan ekosistem pesisir, termasuk komunitas nelayan yang merupakan kelompok ekosistem terbesar di wilayah tersebut.Sistem perlindungan pesisir untuk Jawa Utara, termasuk Tembok Laut Raksasa, merupakan bagian dari strategi nasional untuk menjaga keberlanjutan peradaban pesisir di wilayah tersebut.
Proyek ini dimaksudkan untuk melindungi kawasan-kawasan yang berkontribusi sekitar US$368,3 miliar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia, menurut perkiraan pemerintah.