IOC menyatakan bahwa acara olahraga tidak boleh diselenggarakan di Indonesia setelah para pesenam Israel dilarang berkompetisi
Taruhan bola – Komite Olimpiade Internasional (IOC) telah mendesak federasi-federasi olahraga internasional untuk tidak menyelenggarakan acara di Indonesia setelah negara tersebut melarang pesenam Israel mengikuti kompetisi di sana.
Para atlet tersebut semula berencana untuk berkompetisi di Kejuaraan Senam Artistik Dunia yang berlangsung di Jakarta pekan ini.
Namun, Indonesia—negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia—mengatakan pekan lalu bahwa mereka tidak akan memberikan visa kepada tim tersebut karena serangan militer Israel di Gaza.
IOC mengecam keputusan tersebut dan pada hari Rabu menyatakan akan menghentikan pembahasan mengenai pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade.
Jakarta telah menyatakan minatnya untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2036.
IOC menyatakan tidak akan mengubah pendiriannya hingga pemerintah Indonesia memberikan jaminan bahwa semua atlet, tanpa memandang kewarganegaraan, berhak berkompetisi di sana.
Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel dan sebelumnya telah melarang atlet Israel berkompetisi di wilayahnya, dengan alasan kebijakan yang telah lama dianut. alasan politik dan diplomatik.
Namun, Federasi Senam Israel sebelumnya menyatakan keyakinannya bahwa para atletnya akan dapat bertanding.
Setelah para atlet senam tersebut dilarang bertanding, mereka mencoba mengajukan gugatan darurat ke Pengadilan Arbitrase Olahraga agar ajang tersebut dibatalkan atau dipindahkan, atau agar partisipasi Israel dijamin.
Gugatan tersebut ditolak.
Ini bukan kali pertama dalam beberapa tahun terakhir Indonesia dikenai sanksi karena membatasi partisipasi atlet Israel.
Pada Maret 2023, Indonesia dicabut haknya untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia Sepak Bola U-20 setelah gubernur provinsi Bali menolak menjadi tuan rumah tim Israel.
Israel melancarkan operasi militernya pada akhir tahun itu sebagai tanggapan atas serangan yang dipimpin Hamas di selatan Israel pada 7 Oktober 2023, di mana 1.200 orang tewas dan 251 orang ditangkap serta dibawa ke Gaza.
Sejak saat itu, lebih dari 67.000 orang di Gaza tewas akibat serangan militer Israel, menurut pejabat kesehatan di wilayah tersebut.
Angka yang sama juga digunakan oleh PBB dan organisasi kemanusiaan lembaga bantuan kemanusiaan.
Para ahli mengatakan jumlah korban tewas kemungkinan bahkan lebih tinggi lagi.
Bulan lalu, sebuah komisi penyelidikan PBB secara resmi menyatakan bahwa Israel telah melakukan genosida terhadap warga Palestina di Gaza.
Israel menolak temuan tersebut.