Indonesia mempertahankan cadangan fiskal yang kuat di tengah ketidakpastian global
Liga335 daftar – Indonesia Mempertahankan Cadangan Fiskal yang Kuat di Tengah Ketidakpastian Global
Berita terkait: Pemerintah RI Akan Melakukan Pemotongan Anggaran untuk Mengantisipasi Risiko di Timur Tengah
Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa Indonesia memiliki bantalan fiskal yang memadai untuk mengantisipasi dampak ketidakpastian global selama pertemuan dengan Direktur Eksekutif Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva. Setelah pertemuan yang digelar di Washington pada Selasa, Purbaya menjelaskan bahwa ketidakpastian global kemungkinan akan terus berlanjut akibat ketegangan geopolitik dan dinamika harga energi.IMF mengakui bahwa mereka tidak memiliki kewenangan untuk mengurangi tingkat ketidakpastian global, namun sedang mempersiapkan dukungan keuangan bagi negara-negara yang membutuhkan bantuan.
“Tentu saja Indonesia tidak membutuhkan bantuan karena anggaran kami cukup baik dan kami masih memiliki cadangan yang substansial sebesar Rp420 triliun,” kata Purbaya dalam pernyataan pada Rabu. Menteri tersebut mencatat bahwa cadangan ini setara dengan sekitar US$24,48 miliar berdasarkan kurs saat ini Tingkat suku bunga ini berfungsi sebagai bantalan yang signifikan terhadap guncangan eksternal. Selain itu, Menteri Keuangan mengungkapkan bahwa IMF sangat memperhatikan kemampuan Indonesia untuk bertahan di tengah kondisi ekonomi global saat ini.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah melakukan manuver strategis dengan mengubah arah kebijakan fiskalnya sejak akhir tahun lalu. Dampak dari perubahan kebijakan ini sudah mulai terlihat dalam perekonomian saat ini melalui peningkatan stabilitas.Pergeseran strategis ini juga memberdayakan Indonesia untuk merespons tekanan internasional dengan lebih baik, termasuk lonjakan harga minyak global.
“Georgieva tampaknya puas dengan situasi di Indonesia,” tambah menteri tersebut mengenai diskusinya dengan pemimpin IMF. Meskipun IMF belum merumuskan kebijakan spesifik untuk meredakan tekanan global, Purbaya mengatakan lembaga tersebut akan mengumumkan negara-negara yang telah mempertahankan kinerja yang baik. Dalam konteks ini, ia optimis bahwa keraguan mengenai kebijakan fiskal Indonesia telah e di kalangan pengamat internasional.
Selain bertemu dengan IMF, Purbaya juga mengadakan pertemuan strategis dengan pejabat Bank Dunia dan perwakilan dari lembaga pemeringkat internasional. Baik Bank Dunia maupun lembaga pemeringkat global seperti S&P Global Ratings telah mendukung strategi fiskal nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Ia menambahkan bahwa Bank Dunia menyatakan minatnya untuk memperdalam kerja sama dengan Indonesia, khususnya dalam bidang pembangunan jangka panjang dan pengentasan kemiskinan.
Organisasi tersebut juga berencana untuk bermitra dalam pembiayaan proyek-proyek strategis di berbagai negara berkembang.