Indonesia mendapat pengakuan global atas ketangguhan ekonomi nasionalnya
Liga335 – Indonesia mendapat pengakuan global atas ketahanan ekonomi nasionalnya
Di tengah kondisi eksternal yang menantang, Indonesia telah membuktikan bahwa fundamental domestik yang kuat merupakan penopang yang efektif dalam menjaga kepercayaan investor jangka panjang,
Berita terkait: Indonesia menyatakan defisit anggaran tetap terkendali meski terjadi perlambatan ekonomi
Jakarta (ANTARA) – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, mengutip publikasi internasional, menyatakan bahwa investor global terus mengakui ketahanan fundamental ekonomi Indonesia di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. “Dua publikasi internasional yang dirilis dalam waktu kurang dari seminggu mengonfirmasi pandangan para pelaku pasar global dan lembaga multilateral mengenai ketahanan ekonomi Indonesia,” kata Airlangga dalam pernyataannya pada hari Selasa.Ia merujuk pada laporan Bank Pembangunan Asia (ADB) bulan April, yang memprediksi perekonomian Indonesia akan tumbuh stabil sebesar 5,2 persen pada tahun 2026 dan 2027, naik dari 5,1 persen pada tahun 2025.
Pada 7 April, lembaga indeks global FTSE Russell mempertahankan status pasar modal Indonesia sebagai pasar negara berkembang sekunder dan tidak memasukkan Indonesia ke dalam daftar pantauan untuk potensi penurunan peringkat. Menurut Airlangga, sinyal-sinyal ini muncul di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah, volatilitas harga energi, dan ketegangan perdagangan internasional yang telah memberikan tekanan pada beberapa negara di kawasan ini.ADB memproyeksikan pertumbuhan Indonesia akan berada di atas rata-rata sub-wilayah Asia Tenggara sebesar 4,7 persen pada tahun 2026, yang mencerminkan kekuatan struktural ekonomi domestik dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan ini.
Lembaga tersebut menilai bahwa permintaan domestik yang kuat, inflasi yang terjaga di sekitar 2,5 persen sesuai dengan target pemerintah, serta kebijakan moneter yang terukur merupakan pilar utama yang menopang kinerja ekonomi Indonesia. Dalam hal pendorong pertumbuhan, ADB mencatat bahwa konsumsi rumah tangga tetap menjadi faktor kunci, didukung oleh peningkatan produktivitas di sektor pertanian dan momentum musiman Ramadan dan Idul Fitri. Pengembangan infrastruktur yang berkelanjutan serta meningkatnya investasi sektor swasta, terutama di industri hilir, juga telah memperkuat pertumbuhan.
Arus masuk investasi asing yang stabil turut mendukung pembiayaan eksternal sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar. Kebijakan fiskal yang terarah terus berperan dalam menjaga daya beli dan mendukung investasi, menurut laporan ADB. Sementara itu, penilaian FTSE Russell dipandang mencerminkan kemajuan dalam reformasi struktural di pasar modal Indonesia.
Lembaga tersebut menyoroti implementasi delapan rencana aksi untuk mempercepat reformasi, termasuk peningkatan transparansi kepemilikan saham, perluasan klasifikasi investor, persyaratan free float minimum sebesar 15 persen, dan mekanisme peringatan dini untuk konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi (HSC). Posisi Indonesia, kata Airlangga, kini setara dengan China dan India dalam klasifikasi FTSE, yang semakin mengukuhkan pasar modal Kemajuan pasar menuju standar tata kelola dan transparansi global. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik penilaian tersebut sebagai bukti bahwa reformasi yang sedang berlangsung “menunjukkan kemajuan yang positif dan kredibel di mata penyedia indeks global.”
Pemerintah memandang pengakuan ini sebagai validasi atas arah kebijakan makroekonominya, yang mencakup pemeliharaan permintaan domestik, penguatan fondasi fiskal, penjagaan kredibilitas moneter, serta kelanjutan reformasi pasar keuangan. ““Di tengah lingkungan eksternal yang menantang, Indonesia telah membuktikan bahwa fondasi domestik yang kuat merupakan jangkar yang efektif dalam mempertahankan kepercayaan investor jangka panjang,” kata Airlangga. Pemerintah menegaskan kembali komitmennya untuk mempercepat reformasi, termasuk persiapan untuk tinjauan triwulanan FTSE Russell pada Juni 2026 dan tinjauan indeks MSCI pada Mei 2026, guna memastikan pertumbuhan yang inklusif, berkelanjutan, dan tangguh di tengah guncangan eksternal.