Indonesia dan Korea Selatan mempererat kerja sama strategis dalam penanggulangan kebakaran hutan
Liga335 – Indonesia dan Korea Selatan mempererat kerja sama strategis dalam penanggulangan kebakaran hutan
Berita terkait: Korea Selatan menyebut Indonesia sebagai satu-satunya mitra strategis khusus
Jakarta (ANTARA) – Pemerintah Indonesia dan Korea Selatan sepakat untuk meningkatkan kerja sama strategis, khususnya dalam pengelolaan hutan berkelanjutan dan penanggulangan kebakaran hutan. Kerja sama bilateral ini ditandai dengan penandatanganan dua dokumen kerja sama antara Menteri Kehutanan Indonesia, Raja Juli Antoni, dan Menteri Kehutanan Korea (KFS), Park Eunsik, di Seoul, Korea Selatan, pada Rabu.””Penandatanganan perjanjian kerja sama ini merupakan bagian dari program diplomasi hijau dalam kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Republik Korea, khususnya dalam mempromosikan kerja sama strategis di sektor kehutanan,” kata Antoni dalam sebuah pernyataan.
Dokumen pertama yang ditandatangani adalah Kerangka Kerja Sama mengenai Program-Program Prioritas di Bidang Kehutanan.Menurut m “Menteri, dokumen tersebut mencakup kerja sama strategis antara kedua negara dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim di sektor kehutanan, termasuk pengelolaan hutan lestari, rehabilitasi hutan mangrove dan lahan gambut, pengembangan ekowisata, perhutanan sosial, serta penguatan pasar karbon hutan. Selain itu, dokumen kedua adalah nota kesepahaman (MoU) tentang Kerja Sama dalam Pengelolaan Kebakaran Hutan dan Pemulihan Pasca-Kebakaran, yang secara khusus mendorong kerja sama dalam pencegahan, kesiapsiagaan, penanggulangan, dan pemulihan kebakaran hutan.”
“Hal ini mencakup penggunaan teknologi seperti pemantauan berbasis satelit dan penguatan kapasitas sumber daya manusia,” tambah Antoni. Sementara itu, Menteri Park menyatakan bahwa Kementerian Kehutanan merupakan mitra strategis utama bagi KFS. Ia mencatat bahwa perwakilan kehutanan Korea di luar negeri saat ini hanya ditempatkan di Kedutaan Besar Republik Korea di Jakarta, yang menunjukkan pentingnya Indonesia bagi kerja sama kehutanan Korea.
Kantornya juga mengumumkan CED berencana meluncurkan satelit pemantau kebakaran hutan pada September 2026, yang mampu melakukan pemantauan secara real-time, termasuk mencakup sekitar 55 persen wilayah Indonesia. Menanggapi hal ini, Antoni meyakini bahwa kerja sama ini akan memberikan manfaat yang signifikan bagi Indonesia, terutama dalam meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan. Ia memandang kerja sama ini sebagai hal yang krusial, terutama dalam menanggapi potensi fenomena El Niño yang diperkirakan terjadi pada Juni 2026.
Kedua negara juga sepakat untuk mendorong pelaksanaan kerja sama melalui berbagai kegiatan, termasuk pertukaran pengetahuan dan teknologi, pengembangan proyek bersama, pelatihan dan peningkatan kapasitas, serta penguatan jaringan kelembagaan melalui mekanisme Komite Konsultasi Bersama.