Jakarta — Iran menantang Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengirim kapal perang ke Teluk Persia jika berani. Pernyataan tersebut disampaikan oleh pejabat militer Iran di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Ali Mohammad Naini, mengatakan Iran tetap menguasai wilayah strategis di kawasan Teluk Persia. Ia menyebut Iran tantang Trump kirim kapal perang setelah Trump sebelumnya mengklaim angkatan laut Iran telah dihancurkan.
“Jika Trump benar-benar yakin telah menghancurkan angkatan laut Iran, maka kirim saja kapal perang ke Teluk Persia jika berani,” kata Naini.
Iran Tantang Trump Kirim Kapal Perang
Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz berada di bawah kendali penuh angkatan lautnya. Jalur tersebut merupakan salah satu rute pelayaran energi paling penting di dunia.
Menurut Naini, Iran memiliki kemampuan militer yang cukup untuk mempertahankan wilayahnya. Ia juga menegaskan negaranya siap menghadapi setiap bentuk agresi dari pihak luar.
Ketegangan Timur Tengah Meningkat
Pernyataan Iran tantang Trump kirim kapal perang muncul di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah. Ketegangan meningkat setelah serangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari lalu.
Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan rudal dan drone ke sejumlah target yang berkaitan dengan kepentingan AS dan sekutunya di kawasan.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran global karena Selat Hormuz menjadi jalur penting pengiriman minyak dunia.
Selat Hormuz Jalur Energi Strategis
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur perdagangan energi paling vital di dunia. Sebagian besar pengiriman minyak dari kawasan Teluk melewati jalur ini setiap hari.
Karena itu, setiap ketegangan militer di wilayah tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas pasar energi global.
Pernyataan terbaru Iran yang menantang Trump mengirim kapal perang ke Teluk Persia menunjukkan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan tersebut.