Keyakinan Konsumen Indonesia Menurun pada Februari
Liga335 – TEMPO.CO, Jakarta – Survei Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bank Indonesia pada Februari 2026 sebesar 125,2, turun dibandingkan Januari. “Lebih rendah dibandingkan CCI bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 127,0,” kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, dalam pernyataan tertulis pada Senin, 9 Maret 2026.
CCI dihitung dari rata-rata Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (CECI) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (CEI). CEI tercatat sebesar 134,4, turun dari Januari. Sementara itu, CECI sedikit menguat menjadi 115,9 secara bulanan.
Berdasarkan kelompok pengeluaran, Bank Indonesia mencatat penurunan di semua kelompok kecuali kelompok yang menghabiskan Rp3,1-4 juta per bulan, yang mengalami kenaikan secara bulanan. Selain itu, Bank Indonesia mencatat peningkatan persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini, sebagaimana tercermin dari CECI Februari 2026 sebesar 115,9. Bank Indonesia meyakini bahwa peningkatan CECI pada bulan kedua didorong oleh peningkatan pada semua komponennya.
T Komponen-komponen ini meliputi Indeks Pendapatan Saat Ini (CII), Indeks Ketersediaan Pekerjaan (AJI), dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (DGI), yang masing-masing meningkat sebesar 125,0, 110,7, dan 112,0 secara bulanan. Meskipun optimisme konsumen terhadap kondisi saat ini telah meningkat, Bank Indonesia mencatat penurunan optimisme publik terhadap kondisi ekonomi dalam enam bulan ke depan. Penurunan ini tercermin dalam CEI Februari 2026 sebesar 134,4, yang turun dari 138,8 pada Januari.
Keyakinan konsumen terhadap enam bulan ke depan dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti ekspektasi pendapatan, ekspektasi ketersediaan pekerjaan, dan ekspektasi aktivitas bisnis. Ketiga komponen tersebut menurun secara bersamaan. Misalnya, persepsi responden tentang ekspektasi pendapatan untuk enam bulan ke depan berada di angka 140,7, turun dari 146,0 pada bulan sebelumnya.
Bank Indonesia juga mencatat penurunan proporsi pendapatan masyarakat yang dialokasikan untuk konsumsi. Rasio kecenderungan konsumsi rata-rata tercatat sebesar 71,6 persen. Pada Februari 2026.
Pencapaian ini lebih rendah dibandingkan dengan proporsi pada bulan sebelumnya, yang sebesar 72,3 persen. Sementara itu, rasio utang terhadap pendapatan sebesar 10,6 persen, yang lebih rendah dibandingkan dengan rasio pada bulan sebelumnya sebesar 11,2 persen. Bank Indonesia mencatat bahwa proporsi pendapatan konsumen yang disimpan meningkat dari 16,5 persen pada Januari menjadi 17,7 persen.