Iran Menanggapi Tawaran Mediasi Perdamaian Indonesia

Iran Menanggapi Tawaran Mediasi Perdamaian Indonesia

Iran Menanggapi Tawaran Mediasi Perdamaian Indonesia

Liga335 daftar – TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono, melakukan pembicaraan telepon dengan mitranya dari Iran, Abbas Araghchi, pada Senin, 2 Maret 2026, saat Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap Iran. Sugiono mengungkap percakapan tersebut dalam postingannya di akun X pada Selasa, 3 Maret.

Sugiono menyampaikan kesiapan Indonesia untuk berperan dalam upaya perdamaian. “Indonesia siap berperan konstruktif dalam mendorong perdamaian, termasuk menawarkan kesediaan kami untuk memfasilitasi dialog atau mediasi,” katanya, menekankan bahwa tawaran tersebut bertujuan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut dan menghentikan kematian warga sipil. Menteri tersebut juga mendesak semua pihak untuk menahan diri.

“Penerapan hukum internasional dan Piagam PBB harus dijunjung tinggi. Dialog dan diplomasi adalah satu-satunya jalan yang tepat menuju stabilitas regional,” ujarnya. Indonesia Menawarkan Mediasi Posisi Indonesia sebelumnya telah disampaikan melalui pernyataan tertulis dari Kementerian Luar Negeri pada Sabtu, 28 Februari 2026, hanya beberapa jam Setelah Israel dan Amerika Serikat kembali menyerang Tehran.

Dalam pernyataan tersebut, pemerintah mengekspresikan penyesalan atas kegagalan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, yang mengakibatkan meletusnya kembali konflik bersenjata. “Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, telah menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi dialog guna menciptakan kondisi keamanan yang kondusif,” kata Kementerian Luar Negeri. Pemerintah juga menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas teritorial setiap negara serta menyerukan penyelesaian perbedaan melalui cara-cara damai.

Pernyataan yang sama mencatat, “Jika disetujui oleh kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia berangkat ke Tehran untuk memediasi.” Namun, dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri atau pernyataan dari Sugiono, tidak ada kecaman langsung terhadap Amerika Serikat dan Israel atas serangan gabungan terhadap Iran. Tanggapan Kedutaan Besar Iran The Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengucapkan terima kasih atas inisiatif ini.

“Kami menghargai niat baik yang diungkapkan oleh pemerintah Republik Indonesia, tetapi hingga saat ini, belum ada langkah konkret yang diambil,” kata Boroujerdi dalam konferensi pers di kediaman resminya di Menteng, Jakarta Pusat, pada Senin, 2 Maret 2026. Boroujerdi menyatakan bahwa negaranya tetap terbuka untuk komunikasi lebih lanjut dengan Indonesia. Namun, ia enggan mengonfirmasi kemungkinan mediasi yang berhasil.

“Apakah mediasi dapat menghasilkan hasil dalam situasi seperti ini atau tidak, saya tidak dapat menjawab. Namun, komunikasi dan interaksi antara pejabat tinggi kedua negara tentu saja mungkin dan dapat dilakukan,” ujarnya. Sebelumnya, melalui siaran pers pada Minggu, Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia juga mengapresiasi dukungan pemerintah dan rakyat Indonesia, menyambut kesiapan Presiden Indonesia.

Prabowo Subianto diminta untuk menjadi mediator. Iran juga mendesak pejabat Indonesia untuk mengambil sikap yang lebih tegas terhadap tindakan yang dianggap melanggar hukum internasional dan Piagam PBB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *