Indonesia Memandang E-Sports sebagai Pendorong Baru Ekonomi Desa

Indonesia Memandang E-Sports sebagai Pendorong Baru Ekonomi Desa

Indonesia Memandang E-Sports sebagai Pendorong Baru Ekonomi Desa

Liga335 – TEMPO.CO, Jakarta – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDT) meyakini bahwa e-sports memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di desa-desa. Sektor ini dianggap relevan dengan karakteristik generasi muda desa yang sudah familiar dengan teknologi digital dan permainan online.

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyatakan bahwa desa-desa memiliki banyak peluang ekonomi yang belum sepenuhnya dimanfaatkan. Menurutnya, mengembangkan e-sports adalah salah satu cara untuk mengoptimalkan potensi ini dan mendorong partisipasi pemuda dalam kegiatan ekonomi produktif. “Kami akan memperingati Hari Desa Nasional 2026 dengan berbagai kegiatan yang bernilai ekonomi, salah satunya melalui kompetisi e-sports,” kata Yandri setelah menghadiri final Mendes PDT Cup E-Sports di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Selasa, 13 Januari 2026.

Yandri menjelaskan bahwa Men Turnamen E-Sports PDT Cup diselenggarakan sebagai langkah awal untuk mengidentifikasi dan mengembangkan bakat muda di desa-desa. Ia meyakini bahwa e-sports dapat menjadi saluran bagi minat dan bakat Generasi Z, yang menghabiskan banyak waktu bermain game online tanpa bimbingan yang jelas. Menurut Yandri, industri e-sports memiliki perputaran ekonomi yang besar.

Ia menyinggung jumlah dana publik Indonesia yang mengalir ke luar negeri akibat konsumsi game online. “Ada sekitar IDR 30 triliun dana publik yang mengalir ke luar negeri melalui game online. Kita seharusnya dapat mengelola dan mengembangkan potensi ekonomi ini secara domestik, terutama untuk kepentingan desa-desa,” katanya.

Ia berharap dengan pengelolaan yang terarah, e-sports tidak hanya menjadi hiburan tetapi juga membuka peluang bisnis baru di desa-desa, mulai dari menyelenggarakan turnamen, melatih atlet, hingga mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif berbasis digital. Menurutnya, pendekatan ini juga dapat mengarahkan tindakan pemuda-pemudi Upaya menuju kegiatan yang lebih positif dan produktif. Ke depan, Kementerian Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi berencana menjadikan kompetisi e-sports Mendes PDT Cup sebagai acara tahunan.

Yandri mengatakan skala acara akan diperluas secara bertahap dengan sistem kompetisi berjenjang. “Jumlah peserta tahun ini belum optimal. Ke depannya, kami akan memulai dari tingkat provinsi, dan juara provinsi akan berkompetisi di tingkat nasional,” ujarnya.

Melalui program ini, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi berharap e-sports dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa serta sarana pengembangan sumber daya manusia berbasis digital di daerah pedesaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *