TAPANULI SELATAN (initogel) — Malam pergantian tahun di Posko Batu Hula berlangsung sederhana, namun penuh makna. Di tengah keterbatasan akibat bencana, warga dan relawan memilih merayakan malam Tahun Baru dengan cara yang hangat: nonton bareng (nobar) film, bermain bersama anak-anak, dan berbagi mainan untuk menghibur mereka yang masih tinggal di pengungsian.
Tanpa kembang api atau pesta meriah, kebersamaan justru menjadi inti perayaan. Layar sederhana dipasang di sudut posko, tikar digelar, dan warga berkumpul sambil membawa camilan seadanya.
“Yang penting anak-anak bisa tertawa malam ini,” ujar seorang relawan Posko Batu Hula.
Tawa Anak-anak di Tengah Keterbatasan
Anak-anak menjadi pusat perhatian malam itu. Mereka duduk berkelompok, mata tertuju ke layar, sesekali tertawa dan bersorak mengikuti alur film yang diputar. Bagi mereka, nobar bukan sekadar hiburan, tetapi juga pelarian sejenak dari rutinitas pengungsian yang penuh keterbatasan.
Beberapa relawan kemudian membagikan mainan sederhana, seperti boneka kecil, mobil-mobilan, dan alat gambar. Mainan itu langsung disambut dengan senyum lebar dan sorak gembira.
“Sudah lama tidak dapat mainan,” kata seorang anak sambil memeluk boneka barunya.
Berbagi Harapan di Malam Pergantian Tahun
Selain nobar dan berbagi mainan, warga juga saling berbincang, berbagi cerita, dan menyampaikan harapan untuk tahun yang akan datang. Tidak sedikit yang berharap bisa segera kembali ke rumah, memulai hidup normal, dan meninggalkan posko pengungsian.
Bagi para orang tua, melihat anak-anak tersenyum di malam tahun baru menjadi kebahagiaan tersendiri.
“Kalau anak senang, kami ikut kuat,” ujar seorang ibu pengungsi.
Inisiatif Relawan dan Warga
Kegiatan sederhana ini diinisiasi oleh relawan bersama warga posko. Mereka mengumpulkan peralatan seadanya, mulai dari proyektor pinjaman hingga mainan hasil donasi.
Meski persiapan dilakukan secara terbatas, semangat gotong royong membuat acara berjalan lancar. Warga saling membantu, dari menata tempat duduk hingga menyiapkan konsumsi ringan.
“Bukan soal mewah atau tidak, tapi soal kebersamaan,” ujar koordinator posko.
Makna Tahun Baru di Pengungsian
Pergantian tahun di Posko Batu Hula menjadi pengingat bahwa makna perayaan tidak selalu diukur dari kemeriahan. Dalam kondisi sulit, kebersamaan, perhatian, dan empati justru menjadi hadiah paling berharga.
Relawan menilai kegiatan ini penting untuk menjaga kesehatan mental warga, terutama anak-anak, yang rentan mengalami trauma pascabencana.
“Sedikit hiburan bisa berdampak besar,” kata seorang relawan kemanusiaan.
Harapan Menyongsong Tahun Baru
Menjelang tengah malam, warga menutup kegiatan dengan doa bersama. Harapan sederhana dipanjatkan: kesehatan, keselamatan, dan kehidupan yang lebih baik di tahun mendatang.
Tidak ada hitung mundur atau sorak kembang api. Yang ada hanyalah tepuk tangan pelan dan senyum yang tulus.
Di Posko Batu Hula, malam tahun baru dirayakan dengan cara yang bersahaja. Nobar film dan berbagi mainan menjadi simbol bahwa di tengah keterbatasan, kepedulian dan kebersamaan mampu menghadirkan kebahagiaan kecil yang berarti besar.