Indonesia menugaskan BUMN untuk membangun 15.000 rumah bagi korban banjir Sumatera

Indonesia menugaskan BUMN untuk membangun 15.000 rumah bagi korban banjir Sumatera

Indonesia menugaskan BUMN untuk membangun 15.000 rumah bagi korban banjir Sumatera

Liga335 daftar – Pemerintah menugaskan BUMN membangun 15.000 rumah untuk korban banjir Sumatra
Pemerintah Indonesia telah menugaskan badan usaha milik negara (BUMN) untuk membangun 15.000 rumah bagi penduduk yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir dan tanah longsor di Sumatra, Kepala Badan Pengatur BUMN (BP BUMN) Dony Oskaria mengatakan.

“Target kami adalah menyelesaikan 500 unit rumah dalam minggu pertama setelah BUMN mendapat instruksi untuk membangun 15.000 tempat tinggal pada bulan ini,” ia mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan di Jakarta pada hari Kamis.Dia membuat pernyataan dalam pertemuan dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Kantor Sekretariat Kabinet di Jakarta pada Rabu malam (24 Desember), menegaskan kembali bahwa BUMN tetap berkomitmen untuk mendukung upaya tanggap bencana yang sedang berlangsung di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Oskaria, yang juga menjabat sebagai Chief Operating Officer Danantara Indonesia, lebih lanjut mengatakan bahwa BUMN akan terus memobilisasi sumber daya dalam skala besar ke daerah-daerah yang dilanda bencana, termasuk dengan mengerahkan alat berat, kapal penyedot air, dan ribuan pekerja untuk mempercepat upaya pembersihan dan pemulihan. “BUMN tidak hanya terlibat dalam pembangunan fisik, tetapi juga dalam upaya-upaya yang bertujuan untuk memastikan bahwa para korban bencana dapat kembali ke kehidupan yang normal,” tegasnya.Ia juga menunjuk pada upaya yang sedang berlangsung untuk memulihkan operasi bank-bank milik negara di wilayah yang terkena dampak, mengungkapkan harapannya agar layanan dapat segera dibuka kembali untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa BUMN akan tetap berada di garis depan dalam setiap langkah menuju rehabilitasi, meyakinkan masyarakat bahwa mereka memiliki tanggung jawab sosial terhadap bangsa dan negara. “Ini bukan hanya tentang tugas, tetapi juga panggilan kemanusiaan. Bersama-sama dengan masyarakat Oleh karena itu, kita harus bergerak cepat untuk pulih dari krisis ini,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *