JAKARTA (tvtogel) – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia secara serius memperkuat kebijakan budidaya udang berkelanjutan (sustainable shrimp aquaculture) sebagai langkah strategis untuk menjamin kualitas produk ekspor udang Indonesia. Langkah ini krusial untuk mempertahankan daya saing udang Indonesia di pasar global dan mencapai target ambisius peningkatan produksi udang nasional.
I. Fokus Kebijakan Budidaya Berkelanjutan
KKP menyadari bahwa permintaan pasar global, terutama dari Amerika Serikat dan Eropa, tidak hanya menuntut kuantitas, tetapi juga jaminan kualitas, ketertelusuran (traceability), dan praktik budidaya yang ramah lingkungan serta bebas antibiotik.
Beberapa pilar utama yang diperkuat KKP meliputi:
- Sertifikasi dan Traceability: Mendorong dan memfasilitasi sertifikasi standar internasional seperti ASC (Aquaculture Stewardship Council) dan BMP (Best Management Practices). Sertifikasi ini menjamin bahwa udang diproduksi secara bertanggung jawab dan dapat dilacak asal-usulnya.
- Penerapan Zero Waste: Mendorong penerapan sistem budidaya tertutup (recirculating aquaculture system / RAS) dan sistem biofloc untuk meminimalkan limbah dan penggunaan air. Hal ini juga membantu mengurangi risiko penyebaran penyakit.
- Pengendalian Penyakit dan Antibodi: Mengimplementasikan protokol kesehatan ikan dan lingkungan (KESLING) yang ketat untuk mencegah penyakit. KKP gencar mengedukasi pembudidaya untuk mengganti penggunaan antibiotik dengan probiotik dan herbal.
II. Dukungan Program Budidaya Nasional
Penguatan budidaya berkelanjutan ini merupakan bagian integral dari program KKP untuk meningkatkan produksi udang nasional secara signifikan.
- Tambak Modelling: KKP terus mengembangkan dan mereplikasi proyek percontohan tambak udang modern berbasis kawasan (shrimp estate). Tambak-tambak ini menerapkan teknologi super-intensif dan berkelanjutan dengan sistem zero waste.
- Target Ekspor: KKP menargetkan udang tetap menjadi komoditas perikanan unggulan Indonesia. Peningkatan kualitas melalui budidaya berkelanjutan diharapkan dapat menaikkan harga jual udang Indonesia di pasar internasional.
III. Manfaat bagi Ekspor Udang RI
Dengan memperkuat aspek keberlanjutan, Indonesia dapat meraih beberapa keuntungan kompetitif:
- Penerimaan Pasar: Udang Indonesia lebih mudah diterima di pasar premium yang memiliki regulasi ketat terhadap residu kimia dan praktik lingkungan (seperti Uni Eropa dan Jepang).
- Peningkatan Harga: Produk bersertifikat berkelanjutan (ASC/BMP) sering kali memiliki harga jual yang lebih tinggi (premium) dibandingkan produk biasa, sehingga meningkatkan nilai ekspor secara keseluruhan.
Langkah KKP ini menegaskan bahwa masa depan ekspor udang Indonesia terletak pada keberlanjutan dan kualitas, bukan hanya pada kuantitas produksi.